Studi: Pengiriman Mobil Baru Tak Sesuai Janji Tenaga Penjual

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 18:50 WIB
Studi: Pengiriman Mobil Baru Tak Sesuai Janji Tenaga Penjual Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengiriman mobil baru ke konsumen meleset dari yang dijanjikan pihak dealer. Sebuah riset menjelaskan jangka waktu pengiriman sepanjang tahun ini lebih buruk dari tahun lalu.

Menurut JD Power, lebih dari sepertiga pembeli menunggu lebih lama dari yang diharapkan untuk pengiriman kendaraan dikarenakan masalah administrasi.

Studi menggunakan 2.304 responden pemilik kendaraan baru untuk sejumlah merek -Toyota, Mitsubishi, Honda, dan Suzuki, di Tanah Air yang membeli mobil antara Juli 2018 sampai Juni 2019. Riset ini dilaksanakan dari Januari hingga Agustus 2019.


Studi menemukan sebanyak 38 persen pembeli menerima kendaraan baru lewat dari waktu yang dijanjikan, sedangkan 2018 hanya 28 persen.

Selama tahun ini rata-rata waktu pengiriman dua hari lebih lama dibanding 2018. Sedangkan 22 persen pelanggan harus kembali lagi ke dealer untuk mengurus masalah dokumen.

"Pembeli masih menghadapi masalah urusan dokumen dan keterlambatan pengiriman kendaraan. Hal ini membuat pembeli frustrasi dan masalah ini harus ditangani sebelum memberikan komitmen kepada pembeli," kata Country Manager JD Power untuk Indonesia Srabani Bandyopadhyay, Rabu (25/9).

Di sisi lain JD Power juga melangsungkan survei terkait kepuasan penjualan mobil baru di Indonesia.

Pada riset ini menyebutkan bahwa efisiensi bahan bakar, desain, dan nilai jual merupakan alasan utama dari pembelian. Efisiensi bahan bakar yang baik 20 persen, desain eksterior 11 persen, kenyamanan dan desain interior 10 persen, dan nilai jual kembali kendaraan yang tinggi 9 persen.

Temuan lain saat ini banyak pembeli menolak uji coba. Terjadi peningkatan pembeli yang tidak menginginkan atau membutuhkan test drive sebesar 35 persen dan 2018 24 persen.

Ini menurut JD Power sebuah tren mengkhawatirkan, karena repeat buyers menunjukkan kepuasan penjualan lebih tinggi ketika melakukan test drive dengan skor 851 poin dibanding yang tidak ingin atau memerlukan test drive mobil baru, skornya 827 poin.

Kemudian lebih dari setengah pelanggan atau 57 persen menginginkan penjelasan tambahan mengenai fitur utama kendaraan.

Pelanggan juga menyoroti perlunya dealer memberikan penjelasan spesifik dan khusus ketika pengiriman kendaraan. Penjelasan tambahan yang diajukan untuk fitur mobil yaitu keselamatan 40 persen, sistem audio 36 persen, sistem komunikasi kendaraan 36 persen, dan fitur konektivitas Bluetooth 34 persen.

Merek Mobil Paling Memuaskan

Mitsubishi unggul dari penguasa pasar otomotif roda empat, yaitu Toyota untuk urusan kepuasan penjualan di Tanah Air. Hasil tersebut berdasarkan study perusahaan riset, JD Power.

Bertegger di posisi pertama, perusahaan berlogo tiga berlian itu meraih skor 835 poin, Toyota 834 poin, sementara Suzuki dan Honda memiliki skor sama, yakni 828 poin.

Indeks kepuasan penjualan atau Sales Satisfaction Index (SSI) ini merupakan analisis mengenai pengalaman dalam pembelian dan pengiriman kendaraan baru. Studi tersebut didasarkan pada responden 2.304 pemilik kendaraan baru yang membeli kendaraan antara Juli 2018 dan Juni 2019.

Sedangkan studi ini dilaksanakan dari Januari hingga Agustus 2019. JD Power mengukur beberapa aspek antaranya konsultan sales, fasilitas dealer, proses pengiriman, penyelesaian kesepakatan, dan penyelesaian dokumen.

Selain SSI, Mitsubishi juga mengantongi kemenangan lain pada bidang Customer Service Index (CSI) 2019 untuk pelayanan after sales.

Sebelumnya atau tahun lalu, Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) juga memenangi kategori CSI untuk layanan after sales di antara merek lain di dalam negeri. Pada 2018 Mitsubishi meraih skor 817 poin, Toyota 801 poin, dan Honda 798 poin.

Sedangkan tahun ini skor Mitsubishi soal CSI berjumlah 819 poin. Ada lima faktor untuk penilaian CSI, yaitu kualitas servis, inisiasi servis, pengambilan kendaraan yang telah diservis, servis advisor, dan fasilitas servis Mitsubishi.

"Ini pencapaian kelima dan dua tahun berurut-turut," kata Presiden Direktur MMKSI Naoya Nakamura di kantornya, Jakarta Timur, Rabu (25/9).

Study JD Power soal CSI melibatkan 2.786 responden pemilik kendaraan Mitsubishi yang melakukan pembelian dan servis di dealer untuk periode Februari 2018- Juni 2019, dan pelanggan yang melakukan perbaikan kendaraan di dealer resmi Mitsubishi periode Februari 2018 sampai dengan Juni 2018.

"Terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan pelanggan setia Mitsubishi Motors di Indonesia," kata Nakamura. (ryh/mik)