Pengamat Duga Situs DPR dan KPAI Down Terkait Aksi Demo

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 19:59 WIB
Pengamat Duga Situs DPR dan KPAI Down Terkait Aksi Demo Aksi demonstrasi pelajar STM di depan kantor DPR. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Situs lembaga pemerintah seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) down tak bisa diakses dalam waktu berdekatan.

Pengamat keamanan siber dari Perbanas Institute, Eko Indrajit menganggap aksi protes berkaitan dengan lembaga dipastikan menjurus pada aksi peretasan lembaga tersebut. Menurut Eko, pemicu situs tumbang terjadi di dunia nyata yakni aksi demonstrasi di depan gedung DPR/ MPR, Jakarta.

"Biasanya peretasan itu tidak berada di ruang hampa, pasti ada pemicunya - baik pemicu yang berasal dari dunia fisik maupun dunia maya," ujar Eko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (25/9).


Dihubungi terpisah Pakar Keamanan Siber Vaksin.com Alfons Tanujaya membicarakan kasus peretasan situs KPAI. Bagi Alfons selain karena masalah antara Djarum Foundation dan KPAI soal akademi bulu tangkis, peretasan juga dipicu oleh aksi demonstrasi para mahasiswa.

"Yang meretas memang mengincar KPAI kemungkinan besar karena sebelumnya KPAI sempat ramai kemarin dengan Djarum Foundation. Lalu sekaligus mendukung aksi mahasiswa," kata Alfons saat dihubungi.

Alfons mengatakan peretasan dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada aksi mahasiswa. Peretas sekaligus ingin memberikan pelajaran kepada KPAI atas kisruh akademi bulu tangkis. 

"Jadi sekalian dua isu digabungkan dengan meretas satu situs. Ibarat pepatah, sekali meretas situs, dua atau tiga tujuan tercapai," lanjutnya. 

Alfons mengatakan peretas berhasil mengeksploitasi kelemahan di situs KPAI, DPR, dan Kemendagri. Ia mengingatkan pentingnya bagi pengelola situs untuk meningkatkan sistem keamanan. 

Belum lagi mengingat saat ini di seluruh Indonesia sedang ada aksi demonstrasi. Admin pemerintah terkait dihimbau harus hati-hati dan menjaga situs agar tak  jadi korban peretasan

"Jadi ada peranti lunak (software) yg mengandung kelemahan dan belum diperbaiki (update) sehingga bisa di serang dengan kode khusus untuk mendapatkan akses admin dan melakukan perubahan terhadap situs," kata Alfons. 

Sebelumnya situs, - Situs Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dibajak dengan metode deface sejak Minggu (22/9). Peretas mengganti halaman depan situs Kemendagri dengan laman hitam yang memprotes soal disahkannya revisi UU KPK.

Situs resmi juga Dewan Permusyawaratan Rakyat (DPR) pada Selasa (24/9) malam tidak bisa diakses.

Kemudian, situs Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) diretas. Ketika CNNIndonesia.com mencoba membuka situs KPAI, tertera 'Service Unavailable'.

"Maaf merusak halaman bapak dan ibu. Saya pikir dengan meretas KPAI, KPAI bisa mendengarkan keluh kesah bocah di bawah umur seperti saya. Jujur saja," tulis peretas situs KPAI.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)