Pengamat Catat Milenial Ikuti Tren Demo di DPR Lewat Medsos

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 08:10 WIB
Pengamat Catat Milenial Ikuti Tren Demo di DPR Lewat Medsos Aksi demo pelajar STM di depan kantor DPR, Rabu (25/9). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang mengungkap aksi demonstrasi mahasiswa pada Selasa (24/9) dan anak STM pada Rabu (25/9) turut mendapat perhatian dari netizen milenial.

Rustika mengatakan pihaknya mencatat perhatian netizen milenial mencapai 91 persen dalam kurun waktu 24-25 September 2019. Keikutsertaan ini terjadi lantaran karakter mereka yang suka mengikuti tren hingga ingin menjadi bagian dari perubahan.

"Milenial suka mengeksplorasi hal yang baru. Beraktivitas di luar bersama-sama menjadi hal yang menarik, selain untuk menyuarakan apa yang menjadi pemikiran mereka," ujarnya dalam riset, Kamis (26/9).


Rustika memaparkan saat ini percakapan mengenai kelompok aksi mahasiswa relatif organik, mengomentari berbagai hal dalam aksi hingga mencuitkan berbagai postingan kekerasan yang dilakukan oleh aparat.

Dalam pembicaraan di media sosial, kelompok kontra pemerintah terlihat turut aktif mendukung kelompok Aksi Mahasiswa.

Kendati demikian, Rustika mengungkapkan ada perbedaan wacana. Ada kelompok yang lebih banyak menurunkan pernyataan untuk mengalahkan Jokowi, memasifkan video kekerasan aparat serta terus menerus membuat tagar #TurunkanJokowi.

"Akun yang membuat ini jumlahnya sedikit, namun cuitannya sangat aktif," paparnya.

Hasil analisis mencatat aksi mahasiswa pada 24 September, terdapat satu suara namun berbeda kubu. Warganet yang pro mahasiswa sebanyak 81,8 persen dengan akun-akun pada kelompok ini tertarik pada foto dan video amatir dari aksi masa yang berlangsung.

Akun ini pun secara umum menunjukkan kekecewaannya pada lembaga DPR RI. Sementara itu, kelompok kontra pemerintah 18,2 persen yakni kelompok yang ikut mendukung aksi mahasiswa.

Namun, cenderung terlihat lebih menyalahkan Jokowi dalam akun tersebut. Tagar #saatnyapeoplepower dan #turunkanjokowi digaungkan oleh kelompok ini.

Rustika mencatat dalam kurun waktu 22-26 September 2019, total percakapan mencapai 572.951 kicauan dari 148.744 akun. Akun manusia sebanyak 142.377 atau sekitar 95,7 persen. Sedangkan akun robot 6.367 atau 4,3 persen.

Sebaran gender sendiri sebanyak 43,7 persen akun perempuan dan 56,3 persen akun laki-laki.

[Gambas:Video CNN] (age/evn)