Netizen Nyinyir, Aksi Mujahid Disebut #212CariMuka

CNN, CNN Indonesia | Sabtu, 28/09/2019 13:51 WIB
Netizen Nyinyir, Aksi Mujahid Disebut #212CariMuka Ilustrasi (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netizen melontarkan cuitan nyinyir atas Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI yang dilakukan pagi ini. Mereka menganggap aksi tersebut sebagai aksi cari muka semata, sehingga tagar #212CariMuka pun ramai dicuitkan di Twitter.

Dalam spanduk yang dibawa, disebutkan bahwa aksi ini mendukung aksi mahasiswa.

"Mahasiswa bersama umat lawan rezim neolib," seperti tertulis dalam salah satu spanduk yang diarak.


"Tauhid luruskan perjuangan mahaisswa," tulis spanduk lainnya.

Dari pantauan CNNIndonesia pagi ini, baik orator maupun massa aksi tidak menjelaskan kebijakan yang diprotes oleh mereka. Aksi tersebut lebih menyoroti ketidakpuasan atas kepemimpinan Jokowi.

Salah satu orator di atas mobil bertanya kepada massa aksi apakah Jokowi sudah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat selama memimpin sebagai presiden. Sontak, massa yang hadir kompak menjawab tidak.


"Hidup kita tambah susah apa tambah baik di zaman Jokowi?" Tanya orator.

"Susaaaaah," kompak massa.

Menanggapi aksi tersebut, beberapa netizen mengunggah gambar komik yang menyindir aksi tersebut. Mereka menganggap aksi ini tidak kompak dengan aksi mahasiswa yang digaungkan sebelumnya.



Dalam komik tampak para jagoan film Power Rangers tengah menumpukkan tangan. Namun, aksi ini digambarkan sebagai gambar salah satu tokoh dari film anak-anak Teletubbies.

Sementara netizen lain menyindir dengan menulis kalau aksi hari ini sebagai sekuel film yang tidak diinginkan dari aksi-aksi sebelumnya.



Netizen lain mempertanyakan dimana bendera merah putih yang dibawa pada parade ini jika mereka memang ingin menyelamatkan NKRI.



Komentar netizen makin pedas begitu mereka menemukan salah satu spanduk yang dibawa pada aksi ini mengusung TAP MPR yang salah.







Beberapa netizen lantas membeberkan isi TAP MPR no.6 tahun 2000 yang mengatur soal pemisahan Polisi dan TNI.



Ketika ditanya kepada peserta aksi, salah satu peserta aksi tetap berkeras bahwa TAP MPR itu merupakan regulasi yang mengatur presiden bisa mundur dari jabatannya bila rakyat tak percaya lagi oleh masyarakat.

"Aturan ini ngatur agar Jokowi bisa mundur dari jabatannya karena rakyat sekarang sudah banyak yang enggak percaya lagi sama dia," kata salah satu peserta aksi yang enggan disebut namanya itu kepada CNNIndonesia.com.

Demonstrasi ini diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), FPI, dan ormas-ormas Islam lainnya yang tergabung dalam Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI.

Sebelumnya, Ketua Panitia Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, Edy Mulyadi, menegaskan bahwa umat Islam ingin ikut serta dalam arus pengubahan. Ia pun meminta umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk ikut dalam Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI.

Aparat keamanan gabungan TNI/Polri pun sudah bersiaga sejak tadi pagi. Di sekitar Jalan MH Thamrin sudah ada ratusan yang berjaga.

(eks)