"Per tanggal 1 September kami sudah berkoordinasi dengan dealer, apabila mereka punya inden yang panjang untuk sementara tidak menerima inden Jimny lagi," ucap Direktur Pemasaran SIS divisi roda empat Donny Saputra di Tangerang, Senin (30/9).
Sejak pemesanan Jimny resmi dibuka pada Juli lalu di Gaikindo Indonesia International Auto Show, SIS mengungkap pemesanan sudah mencapai 2.000 unit. Jatah kuota impor dari Jepang yang cuma 50 unit per bulan bikin SIS menilai masa tunggu konsumen bakalan terlalu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kami dapat input dari beberapa dealer, walaupun sudah tidak terima masih ada yang memaksa. Tapi kita juga sudah info, kalau mereka (tetap memaksa) kemungkinan besar mereka akan dapat 3 - 4 tahun. Tapi masih saja ada yang maksa seperti itu," kata Donny.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inden yang terus menumpuk membuat SIS semangat merekomendasikan Jimny diproduksi di Indonesia agar bisa memenuhi permintaan domestik dan juga ekspor. Kata Donny hal itu sudah dibicarakan dengan prinsipal dan statusnya 'tinggal menunggu ketok palu'.
Mengutip situs resmi SIS, Suzuki Jimny dijual mulai dari Rp335,5 juta sampai Rp350 juta. (fea/mik)