Al Mansoori menumpang roket Soyuz MS-15 bersama Oleg Skripochka dari Rusia dan astronaut NASA, Jessica Meir untuk menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan.
Sosok pria kelahiran 13 Desember 1983 ini merupakan seorang mantan pilot militer. Sejak masih belia, Al Mansoori kerap gemar mengeksplorasi hingga mengeksplorasi bintang, meteor, hingga benda langit lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tahun 2016, ia terpilih untuk berlatih menjadi pilot untuk pertunjukan udara. Setahun berikutnya, ia menjadi bagiand ari Dubai Airshow 2017 dan berpartisipasi untuk berbagai pertunjukan di sejumlah kota di UEA.
Karirnya yang cemerlang membuat Perdana Menteri dan Wakil Presiden UAE, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum pada 6 Desember 2017 memilih Al Mansoori sebagai salah satu dari 4.022 kandidat untuk menjalani program astronaut UEA dan Rusia. Latar belakang militer membantunya melalui serangkaian tes.
Pada 3 September 2018, lewat akun Twitternya Sheikh Mohammed mengumumkan bahwa Al Mansoori dan Sultan Al Nayadi terpilih untuk menempuh perjalanan ke ISS. Ia kemudian melalui serangkai pelatihan di Yuri Gagarin Cosmonaut Training Center di Rusia untuk persiapan misi.
"Saya dulu bertanya pada diri sendiri, 'bisakah saya menjadi astronot suatu hari?' Jadi, ketika saya menerima telepon (terpilih sebagai astronaut), saya tidak bisa percaya. Saya sangat bangga bisa melayani negara saya dan dunia Arab," ucapnya disela wawancara dengan Khaleej Times.
Tak hanya itu, ia juga membawa 30 biji pohon Al Ghaf, foto Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Al Quran, salinan Qissati Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rahid Al Maktoum, serta makanan khas Arab.
Lewat akun Twitter @astro_hazzaa, ia menuliskan persaan jelang keberangkatannya ke luar angkasa.
"Hari ini saya membawa mimpi dan ambisi negara saya ke dimensi yang sama sekali baru. Semoga Allah memberi saya kesuksesan dalam misi ini. Saudaramu, Hazzaa Al Mansoori," tulisnya, Rabu (25/9).
[Gambas:Video CNN]
Saat konferensi pers sehari sebelum keberangkatannya, Al Mansoori ditanya soal bagaimana ia akan melaksanakan ibadah salat selama menghuni ISS.
"Sebagai seorang pilot profesional, saya terbiasa beribadah sambil terbang dengan kecepatan tinggi," katanya.
Al Mansoori rencananya akan kembali ke Bumi pda 3 Oktober 2019 bersama Hague dan Ovchinin yang sudah lebih dulu menghuni ISS.