Namun, bunga bangkai ini masih kalah besar dari rekannya, Amorphophallus Titanum. Titanium tercatat sebagai bunga tanpa tangkai terbesar di dunia, tinggi bunganya bisa mencapai 2,5 meter dengan lebar 1,5 meter. Di tempat kedua diikuti oleh gigas. Tinggi gigas yang bisa mencapai 4 meter, terbantu oleh batang tinggi yang menopang bunga ini. Gigas sendiri merupakan salah satu tumbuhan asli Pulau Sumatera.
Peneliti Amorphophallus dari Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) Yuzammi mengatakan gigas bisa tumbuh satu sampai tiga tahun tergantung besarnya umbi dan mekar saat malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut kata Yuzammi, Amorphophallus gigas tumbuh di tanah yang gembur atau berpori-pori dengan asupan air yang cukup. Sebab, jika air yang masuk ke akar gigas terlalu berlebihan maka umbi bakal membusuk.
"Jika tumbuh di alam, tangkai gigas bisa mencapai 4 meter. Amorphophallus ini dapat tumbuh di tanah yang gembur atau berpori-pori, tetapi tanaman tidak bisa tumbuh jika asupan air terlalu banyak karena umbi gigas bisa membusuk," tutur Yuzammi.
LIPI pun menyebut Amorphophallus gigas yang tumbuh di Kebun Raya Bogor memiliki tinggi sekitar dua meter dan dapat mekar sempurna selama satu hari. Namun, bunga gigas masih bisa dinikmati dalam kurun waktu empat hari.
Amorphophallus gigas ditopang oleh batang yang tinggi (dok LIPI) |
"Mekar sempurna hanya 1 hari tapi masih bisa dinikmati sampai 4 harian," ucapnya.
"Mekarnya tidak seindah titanum ya, baik dari segi bentuk, ukuran maupun warna. Tapi kalau dari sisi saya tentu semua mempunyai keindahan dan kekhususan tersendiri," sambung Yuzammi.
Yuzammi menambahkan bunga bangkai Amorphophallus gigas dapat tumbuh sekitar 40 hingga 50 tahun dan saat ini menurut data LIPI, setidaknya ada 27 jenis tanaman Amorphophallus di Indonesia. Amorphopallus gigas pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada 13 April 1997. (din/eks)
Amorphophallus gigas ditopang oleh batang yang tinggi (dok LIPI)