"Luas karhutla yang di data sampai September 2019, trennya menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015. Tapi jika dibandingkan dengan tahun 2018 memang meningkat," jelas Kasubdit Kemitraan dan Masyarakat Peduli Api, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK Purwantio, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Pusat, Rabu (2/10).
Lebih lanjut, Purwantio mengatakan kondisi titik api pada periode Januari-Oktober 2019 ada sebanyak 7354 titik api. Seluruh titik api ini menurutnya akan terus dipantau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk antisipasi musim kemarau panjang kami kerahkan total 23.279 personel. Kami lakukan juga patroli terpadu lintas instansi, TNI, Polri, dan KLHK," ujar Purwantio
Ia mengatakan upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan ini menjadi bidang kerja dari Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL).
PKHL menjadi payung bagi tim Manggala Agni yang merupakan tim pemadam kebakaran hutan dan lahan. Manggala Agni dalam menangani karhutla juga bekerja sama dengan satgas karhutla, serta MPA.
"Patroli rutin juga dilakukan di wilayah kerja Manggala Agni yang tidak terjadi kebakaran. Jika kebakaran sudah semakin meluas, maka pemadaman akan dilakukan oleh BNPB, TNI dan Polri, dengan cara pengeboman air dengan menggunakan Helikopter," katanya.
Manggala Agni dari seluruh Daerah Operasi terus melakukan operasi pemadaman di daerah yang terjadi kebakaran, bersama Satuan Tugas yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, pemegang izin usaha, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pemerintah daerah. pada periode Maret - September 2019 KLHK sudah membentuk posko-posko untuk di provinsi rawan karhutla. (jnp/eks)