Dilansir dari IEEE Spectrum, benih yang dibawa yaitu kentang, jamur, telur lalat buah, dan benih kapas. Namun, hanya kapas yang berhasil tumbuh. Sebuah gambar rekonstruksi 3D menunjukkan benih kapas berhasil menumbuhkan dua daun.
Gambar ini dirilis oleh tim peneliti berdasarkan hasil rekonstruksi gambar dari analisis data. Awalnya tumbuhan kapas tersebut dianggap hanya memiliki satu daun, namun ternyata dari gambar tersebut terlihat ada dua daun yang berhasil tumbuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Alasan China Lakukan Misi ke Bulan |
Misi Chang'e-4 membawa tempat penyimpanan atau mini biosphere tidak dapat membawa beban terlalu berat dan hanya mampu mengangkut total 2,6 kilogram organisme terpilih.
Setelah berhasil menumbuhkan tanaman, kini para ilmuwan China tersebut juga berencana untuk membawa kura-kura untuk diuji coba hidup di Bulan.
Pemimpin penelitian bernama Xie Gengxin dari Institut Penelitian Teknologi di Universitas Chongqing mengatakan bahwa rencananya tersebut masih terkendala dengan kapasitas dengan berat maksimum tiga kilogram. Selain itu, ketersediaan oksigen juga menjadi kendala.
Ke depannya Xie mengatakan akan mengusulkan untuk kembali mengirim muatan biologi dengan kapasitas muatan yang lebih besar di misi selanjutnya.
Dilansir dari Digital Trends, misi Chang'e 4 ini bertujuan untuk mengeksplorasi area di bulan yang jarang dipelajari yang biasa disebut sisi terjauh Bulan. Area tersebut menghadap jauh dari Bumi. Pada misi sebelumnya telah ditemukan zat aneh yang bertekstur seperti gel dan belum diketahui asalnya.
Chang'e 4 baru saja kembali diaktifkan untuk melanjutkan penelitian di Bulan pada hari kesembilan. Sebelumnya, lander tersebut harus dinonaktifkan sementara selama malam hari di Bulan karena suhunya yang dapat merusak lander.
Eksperimen ini telah dilakukan sejak 3 Januari 2019 saat Chang'e 4 pertama kali mendarat di Bulan.
China akan mengirim organisme kompleks lainnya termasuk binatang pada misi selanjutnya. Dikabarkan misi tersebut akan dilaksanakan pada awal 2020 dengan misi Chang'e. (ndn/age)