Riset: Sapi 'Berkelir' Zebra Kurangi Risiko Diserang Serangga

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 13:10 WIB
Riset: Sapi 'Berkelir' Zebra Kurangi Risiko Diserang Serangga Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang mengungkap sapi yang dicat hitam-putih seperti zebra memberi pengaruh signifikan terhadap risiko gigitan serangga seperti lalat.

Sapi 'ala zebra' yang tidak banyak terkena serangan serangga bisa berkembang lebih sehat.

Penelitian ini dilakukan terhadap sampel enam ekor sapi dengan masing-masing dicat garis hitam putih seperti zebra, garis hitam, dan tanpa garis. Peneliti memastikan telah menggunakan cat berbahand asar air yang bisa pudar dalam beberapa hari.


Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One ini menunjukkan perbedaan cukup signifikan ketertarikan serangga untuk menyerang sapi berwarna hitam dengan sapi yang telah dicat garis hitam-putih.

"Kami menemukan bahwa melukis garis-garis seperti zebra pada sapi dapat mengurangi insiden menggigit lalat yang mendarat pada individu sebesar 50 persen," tulis tim penelitis seperti dilansir dari CNN.

Selama 30 menit, sapi hitam dan bergaris hitam tercatat mendapat 110 gigitan serangga. Kombinasi warna membuat polarisasi cahaya yang memengaruhi daya penglihatan lalat.

Akibatnya, lalat cenderung tidak suka mendarat pada permukaan yang berwarna hitam-putih. Kombinasi warna ini mengakibatkan adanya polarisasi cahaya yang bisa merusak kemampuan penglihatan lalat.

Kelir ini dipastikan ramah lingkungan dan bermanfaat untuk menjaga kualitas produksi hewan. Dengan cara ini, peternak tidak lagi membutuhkan pestisida untuk mengusir hama dan serangga.

Sebelumnya petani mengeluhkan kerugian akibat hama lalat yang menggigit sapi mereka. Serangan serangga dan lalat membuat sapi kehabisan tenaga hingga membuat stress dan terluka.

[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)


ARTIKEL TERKAIT