'Diskon NJKB' Dipercaya Bikin Mobil Listrik Makin Murah

CNN Indonesia | Sabtu, 12/10/2019 21:04 WIB
'Diskon NJKB' Dipercaya Bikin Mobil Listrik Makin Murah Mobil konsep hybrid Daihatsu Hy-Fun di GIIAS 2019. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Insentif buat kendaraan listrik murni dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yaitu diskon Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dianggap salah satu produsen otomotif sanggup menekan harga jual. Insentif itu dikatakan bakal terasa buat konsumen.

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kemendagri menyebut insentif itu bakal dirampungkan pada penetapan NJKB 2020. Meski begitu saat ini seberapa besar diskonnya belum ditentukan.

NJKB merupakan harga kendaraan saat statusnya off the road. Bila ingin mengubah kendaraan menjadi on the road maka dikenakan pajak-pajak seperti Bea Balik Nama (BBN), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).


"Insentif seperti itu ya masuk ke konsumen," kata Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra ketika ditemui di Lembang, Jawa Barat, Kamis (10/10).

Bila NJKB lebih murah, Amelia berpendapat harga on the road kendaraan yang ditawarkan ke konsumen ikut menyusut.

Misalnya di Jakarta saat ini banderol kendaraan baru on the road sudah otomatis dikenakan BBN sebesar 10 persen, PPN 10 persen, dan PKB 2 persen. Persentase ketiga pajak itu dihitung berdasarkan NJKB.

"NJKB ini dasar perhitungan pajak yang konsumen harus bayar. Kalau itu dikecilkan artinya konsumen bayar lebih kecil. Konsumen untung di sini," kata Amelia.

Daihatsu Belum Tertarik Mobil Listrik Murni

Amelia mengatakan Daihatsu belum ingin masuk ke pasar mobil murni listrik kendati pemerintah sudah menyiapkan banyak insentif khusus. Menurut dia, sembari menunggu aturan turunan kendaraan listrik pihaknya akan membenahi diri dulu terutama terkait fasilitas produksi.

Amelia menjelaskan elektrifikasi Daihatsu bakal berjalan secara bertahap. Dimulai dari hybrid, plug-in hybrid, baru setelahnya murni listrik.

"Ya mesti bertahap, kalau tidak bertahap fasilitas kurang mendukung, kami mesti pelan dalam artian sekalian menyiapkan semua fasilitas. Hybrid setelah itu plug-in hybrid baru baterai," ucap Amelia. (ryh/fea)