Koordinasi itu terjadi saat rapat pembahasan 'Action Plan Kendaraan Bermotor Listrik' dilakukan di Jakarta pada Rabu (2/10). Rapat ini digelar oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan melibatkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kepolisian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Standardisasi Nasional (BSN), Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta para pemegang merek otomotif di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari uraian Budi, rapat lintas kementerian dan instansi tersebut sudah menampung berbagai macam masukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya Kemendagri berencana membuat norma pengenaan pajak kendaraan listrik pada penetapan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) 2020. Kemendagri juga mengusulkan insentif pemangkasan persentase NJKB khusus kendaraan listrik.
Kemenperin menyampaikan tentang standarisasi kendaraan listrik. Standarisasi yang sudah dikeluarkan disebut hanya untuk sepeda motor, yaitu terkait spesifikasi keselamatan.
Masukan lain datang dari BSN yang menerangkan bahwa standarisasi kendaraan listrik Indonesia masih jauh dari kata sempurna terutama pada sektor baterai.
Kementerian ESDM menyampaikan pihaknya bakal membuat diskusi terpisah untuk penyusunan aturan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). PLN memberi laporan terkait perkembangan pembangunan SPKLU, tahun ini ditargetkan tujuh unit dibangun, sedangkan pada 2020 bakal dibangun lagi 168 unit SPKLU.
Kemenhub juga memberi masukan agar kendaraan listrik dibuat sebagai alat transportasi umum. Sama seperti model konvensional, transportasi umum listrik juga harus disubsidi dalam penyediaan energi listriknya.
Budi bilang dua pekan lagi pihaknya ingin kembali menggelar diskusi. Ia berharap semua berjalan lancar agar percepatan kendaraan listrik Indonesia segera tercapai.
"Kalau tidak minggu depan, ya minggu depannya lagi. Saya ingin follow up hasil pertemuan kemarin. Tapi untuk sementara pertemuan kemarin itu masih banyak yang sebatas usulan," ucap Budi. (ryh/fea)