Ia mengingatkan agar berhati-hati agar data ini jangan sampai hanya menguntungkan asing.
"Jangan sampai data kita, selera konsumen, selera pasar diketahui oleh negara lain, sehingga mereka bisa menggerojoki kita dengan produk-produk sesuai selera yang kita inginkan. Hati-hati dengan ini," ujar Jokowi saat meresmikan Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Jokowi, kemajuan teknologi juga bisa digunakan untuk melakukan riset terhadap pasar. Melalui riset itu bisa diketahui preferensi masyarakat di Papua, Kalimantan, hingga Jawa.
Pengamatan CNNIndonesia.com, analisis preferensi seseorang ini juga bisa digunakan untuk mengarahkan orang pada pilihan politik tertentu. Hal ini seperti yang terjadi pada kasus Cambridge Analitica dan Facebook saat Pemilu di Amerika Serikat yang dimenangkan oleh Donald Trump.
"Semua bisa mengumpulkan data tanpa pemakainya menyadari dia sedang menyumbang data-data," kata Jokowi
Lebih lanjut, Jokowi menyatakan beberapa tahun lalu pemerintah menyadari adanya ketimpangan yang tajam antar-daerah dalam hal konektivitas digital.
Oleh karena itu, Jokowi berkomitmen untuk menyelesaikan proyek Palapa Ring yang mulai berjalan sejak 2015 lalu. Mantan gubernur DKI Jakarta itu berharap Palapa Ring yang sudah selesai ini bisa dimanfaatkan masyarakat dan aparatur pemerintah.
"Tidak hanya memajukan sektor ekonomi, tetapi kita ingin ini bisa berguna bagi sektor ekonomi, tapi memajukan sektor sosial, budaya, politik, dan pemerintahan kita," katanya. (fer/eks)