Menakar Kecepatan Akses Internet Palapa Ring

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 18:45 WIB
Menakar Kecepatan Akses Internet Palapa Ring Ilustrasi penggunaan ponsel. (Foto: Freestocks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah era Joko Widodo telah meresmikan rampungnya proyek infrastruktur jaringan kabel optik, Palapa Ring alias 'Tol Langit' pada Senin (14/10). Pembangunan tulang punggung jaringan telekomunikasi yang terbagi menjadi tiga paket dan 17 proyek ini siap dioperasikan.

Pertanyaan mendasar kemudian muncul terkait kecepatan internet yang disediakan Palapa Ring. Kadiv Infrastruktur Backbone Badan Aksebilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Feriandi Mirza menjelaskan terminologi yang digunakan oleh Palapa Ring bukanlah kecepatan akses, tapi kapasitas jaringan.

Palapa Ring memiliki kapasitas jaringan sebesar 100 Gbps. Kapasitas ini disediakan di setiap proyek, artinya satu dari 17 proyek masing masing memiliki kapasitas jaringan 100 Gbps yang bisa dimanfaatkan oleh penyedia jasa layanan telekomunikasi.


"Palapa Ring karena jaringan backbone, terminologi bukan kecepatan akses, tapi kapasitas jaringan. Palapa Ring saat ini kapasitasnya 100 Gbps. Artinya, jaringan palapa ring punya kemampuan data rate 100 GB tiap detik," kata Feriandi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (14/10).

Menyoal kecepatan akses internet, Feriandi mengatakan operator yang akan mengungkap kecepatan sesuai dengan penggunaan kapasitas internet.

Akan tetapi, ia memprediksi kecepatan internet bisa mencapai kecepatan hingga 40 Mbps. Feriandi mengatakan komponen jaringan yang digunakan hingga jumlah pengguna memengaruhi kecepatan internet.

"Kecepatan itu akan sangat tergantung dari jaringan dan teknologi akses yangg digunakan. Rentangnya 20 sampai 40 Mbps," kata Feriandi.

Palapa Ring disebut-sebut akan mengikis kesenjangan layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia. Pasalnya, proyek ini akan mengurangi beban investasi membangun infrastruktur jaringan dari nol secara signifikan.

Palapa Ring bisa menghadirkan pilihan layanan yang berujung pada kepuasan konsumen.  Dominasi satu operator di daerah 3T juga membuat tarif internet di daerah 3T lebih mahal.

Oleh karena itu, kehadiran pelbagai operator atau penyedia jaringan internet yang dirangsang Palapa Ring bisa membuat harga semakin cocok di kantong masyarakat. Tak hanya itu, layanan setiap penyedia jaringan juga bisa semakin meningkat akibat adanya kompetisi ini. (jnp/evn)