Perusahaan yang Diuntungkan dari Stasiun Pengisian Listrik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 10:32 WIB
Perusahaan yang Diuntungkan dari Stasiun Pengisian Listrik Cara mengisi daya mobil bertenaga listrik. (Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) antara PLN dan sejumlah perusahaan dipercaya akan menguntungkan sejumlah pihak, terutama produsen dan distributor kendaraan listrik di Indonesia.

Populasi kendaraan listrik di Indonesia bakal semakin gemuk seiring dengan dibangunnya tempat pengisian daya kendaraan listrik di sejumlah daerah yang sudah disepakati. Data PLN populasi mobil listrik di Jakarta saat ini hanya 40 unit.

Menurut PLN hal ini menjadi langkah awal menciptakan atau mewujudkan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia.


"Penandatanganan nota kesepahaman ini sangat penting bagi kami, untuk mempercepat program kendaraan berlistrik di Indonesia," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten ditemui di Jakarta, Rabu (16/10).

Dalam proses penandatanganan MoU SPKLU, turut melibatkan produsen otomotif yang telah menyatakan siap menjual kendaraan listrik di dalam negeri.

Mereka antaranya Nissan, BMW, DFSK, Mitsubishi, Prestige Image (distributor Tesla), dan produsen motor listrik lokal Gesits. Sedangkan dari sisi perusahaan transportasi ada Gojek, Grab, Bluebird, Mobil Anak Bangsa (MAB), BYD, dan Transjakarta.

Jumlah perusahaan yang diuntungkan dari berdirinya stasiun pengisian listrik dipastikan akan terus bertambah.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pernah menargetkan pada 2025 produksi mobil listrik bisa mencapai 20 persen dari jumlah produksi nasional.

Pemerintah juga membuat target populasi sepeda motor listrik mencapai 2 juta unit atau 20 persen dari total produksi roda dua di Indonesia yang diprediksi menyentuh 10 juta unit pada 2025.

Sripeni menambahkan kolaborasi dan dukungan banyak pihak diharapkan bisa mempercepat realisasi pemanfaatan kendaraan listrik di segala lini.

"Hal ini juga menjadi bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program Pemerintah demi terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik," tutup Sripeni. (ryh/mik)