Kembangkan Ekosistem Mobil Listrik, PLN Gandeng Grab

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 20:53 WIB
Kembangkan Ekosistem Mobil Listrik, PLN Gandeng Grab Ilustrasi Grab. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab menandatangani nota kesepahaman dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electronic vehicle) di Indonesia.

Kemitraan strategis mencakup Sesi Perencanaan Bersama atau Joint Planning Session (JPS), Riset dan Pengembangan Model Bisnis, serta pelaksanaan proyek pilot yang dapat meningkatkan pengalaman berkendara dengan EV serta aspek teknis, bisnis dan legal dalam rangka pengembangan dan implementasi e-mobility.

Kolaborasi strategis ini diresmikan oleh Sripeni Inten, Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) dan Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia di kantor BPPT, Jakarta Pusat di hadapan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia.


Luhut menyatakan kendaraan listrik bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan polusi udara di Jakarta dan banyak pihak yang mulai ingin berinvestasi untuk mengembangkannya.

"Saya mengapresiasi langkah Grab untuk memulai pengembangan ini bersama dengan PT PLN, dan harapannya bisa mewujudkan Indonesia yang memiliki ketahanan energi yang bagus di samping udara yang akan kembali bersih," kata Luhut.

Sementara Sripeni mengungkapkan apresiasi atas sambutan Grab dalam kerjasama tahap awal ini dan berharap dukungan banyak pihak bisa mempercepat realisasi pemanfaatan kendaraan listrik.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini sangat penting bagi kami, untuk mempercepat program kendaraan berlistrik di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, PLN mendapatkan penugasan dari Pemerintah dalam rangka penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBL berbasis baterai. Hal ini juga menjadi bukti komitmen dan kontribusi Grab terhadap program Pemerintah demi terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik," ujar Sripeni.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyatakan Grab sendiri berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia melalui investasi sebesar USD2 miliar untuk Indonesia.

"Kami percaya bahwa kendaraan listrik bisa menjadi pilihan bagi mitra pengemudi kami dan solusi jangka panjang bagi Indonesia, terutama untuk mengurangi polusi udara yang belakangan ini menjadi tantangan," kata Ridzki.

Berikut adalah poin-poin kerja sama Grab dan PLN dalam pengembangan ekosistem EV di Indonesia:

1. Sesi Perencanaan Bersama atau Joint Planning Session (JPS) untuk membahas aspek teknis, bisnis, dan legal dalam rangka pengembangan dan implementasi e-mobility di Indonesia.

2. Riset dan Pengembangan Model Bisnis untuk studi pasar dan juga pengembangan e-mobility yang meliputi kendaraan mini-scooter, motor listrik dan mobil listrik.

3. Proyek awal untuk mengukur kelayakan inovasi yang akan dihadirkan dari kerjasama ini. Inisiatif ini akan dilaksanakan bertahap dari mulai kawasan Jabodetabek. Saat ini, Grab juga telah melakukan pilot project untuk kendaraan listrik roda dua dan roda empat yang memiliki charging station dari pihak PLN. Khusus untuk roda empat, charging station dan supply listrik akan berasal dari PLN.

4. Menghadirkan GrabWheels yang merupakan layanan e-scooter listrik ramah lingkungan, di kawasan kantor PLN bagi nasabah/pengunjung/karyawan yang ingin melakukan perjalanan jarak pendek.



(vws)