Gempa Guncang Kepulauan Mentawai Termasuk Gempa Bumi Dangkal

evn, CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 08:52 WIB
Gempa Guncang Kepulauan Mentawai Termasuk Gempa Bumi Dangkal Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang Kepulauan Mentawai pada Selasa (22/10) pukul 06.49 WIB termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal.

Kepala Pusat gempa bumi dan tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengungkapkan klasifikasi gempa bumi dangkal dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.

"Gempa bumi di Mentawai terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia. Tepatnya di zona megathrust yang merupakan zona subduksi lempek yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra," jelas Rahmat melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (22/10).


Lebih lanjut ia menerangkan konvergensi antara kedua lempeng tersebut kemudian membentuk zona subduksi yang menjadi salahs atu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di Sumatra.

"Hasil analisis BMKG mencatat mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," imbuhnya.

Analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal magnitudo 5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,2.

Episenter gempa bumi terletak di kordinat 2,47 LS dan 99,71 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 48 km arah seatan Kota Tuapejat, Kepulauan Menatawai, Sumatra Barat pada kedalaman 23 km. Hingga pukul 07.23 WIB, ada satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) magnitudo 5,0.

Guncangan gempa dirasakan di daerah Mentawai, Painan dan Padang. BMKG memastikan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. (evn/evn)