PLN Sebut Wacana Bus Listrik Transjakarta Pakai Teknologi KRL

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 18:06 WIB
PLN Sebut Wacana Bus Listrik Transjakarta Pakai Teknologi KRL Bus listrik Mobil Anak Bangsa, calon armada Transjakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Upaya elektrifikasi Transjakarta disebut General Manajer PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Assad diwacanakan memanfaatkan teknologi pantograf untuk sistem pengisan daya baterai.

Pantograf merupakan konstruksi berbentuk belah ketupat yang umumnya dipakai kereta api listrik, gunanya untuk mengalirkan listrik dari kabel ke motor listrik kereta api itu.

Ikhsan menyebut wacana pantograf untuk memudahkan pengisian baterai itu sudah dibicarakan dengan Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono.


"Karena ini tahap pembicaraan dengan Transjakarta Pak Agung, bagaimana [agar] optimal ini," kata Ikhsan di Jakarta belum lama ini.


PLN Sebut Wacana Bus Listrik Transjakarta Pakai Teknologi KRLIlustrasi rangkaian KRL Commuter Line. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Sejak 2013 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah mengembangkan mobil listrik yang bisa dikemudikan sambil mengandalkan pantograf. Mobil listrik itu tidak punya baterai untuk menyimpan energi, daya didapat dari perangkat khusus berbentuk ketupat yang ada di atap.

Ikhsan menjelaskan pantograf buat Transjakarta beda dari pengembangan mobil listrik BPPT. Menurut dia, bus listrik Transjakarta bakal mengadopsi pantograf hanya untuk pengecasan baterai, bukan suplai permanen untuk beroperasi.

"Nanti dipasang di beberapa halte. Sehingga tidak usah berhenti terlalu lama, saat naikin dan turunin penumpang, itu bisa sekalian cas baterai," kata Ikhsan.

Baterai bus listrik Transjakarta dikatakan akan dibuat dengan kapasitas kecil. Tujuannya supaya durasi pengisian baterai tidak memakan waktu lama, namun bisa dilakukan setiap saat secara cepat.

"Nanti juga sepertinya bus tidak dirancang dengan baterai terlalu besar. Tetapi yang penting bisa dicas berkali-kali," kata dia.

Ia menambahkan model alat pengecasan seperti itu bakal diletakkan per dua stasiun dalam satu rute perjalanan Transjakarta.

"Mungkin tiap dua halte ada pantograf, nah di sana dia bisa ngecas. Mungkin sekitar tiga menit sambil naik turunkan penumpang," kata Ikhsan. (ryh/fea)