BERT, Teknologi Anyar Dibalik Pencarian Google

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 08:32 WIB
BERT, Teknologi Anyar Dibalik Pencarian Google Ilustrasi (Screenshot via Google)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google terus mempercanggih mesin pencarinya Google Search. Kali ini, Google pun memperkenalkan teknologi anyar open source berbasis jaringan neural untuk pelatihan awal natural languange processing (NLP) yang disebut Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT).

Dengan teknologi baru ini, Danny Sulliva, Public Liaison for Search, Google mengungkap mesin pencari akan lebih memudahkan pengguna untuk mencari apa yang mereka ingin ketahui.

"Kami selalu berusaha meningkatkan mesin pencari kami, Anda tahu, dunia yang berubah untuk mengubah informasi yang ada di luar sana berubah dengan sebaliknya mengakses informasi," kata Danny kepada awak media di acara Google Search di Kantor Google Indonesia, Jakarta, Selasa (29/10).


Lebih lanjut, dengan algoritma di sistem BERT Google Search nantinya belajar untuk tidak hanya mengenali kata secara individual. Namun bisa mengenali tiap kata saat disatukan menjadi kalimat, serta konteksnya. Saat ini, BERT baru diterapkan pada bahasa Inggris karena memang merupakan salah satu bahasa yang rumit.

Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah kemampuan untuk belajar dari sebuah bahasa dan menerapkanya ke bahasa lain. Ini membantu Google Search untuk menyajikan hasil yang relevan dalam berbagai bahasa yang ditawarkan, termasuk bahasa Indonesia.

"Pemahaman bahasa sampai sekarang tetap merupakan sebuah tantangan yang membuat kami terus termotivasi untuk menyempurnakan Google Search. Kami terus berusaha untuk bisa lebih baik dalam menemukan makna dari setiap penelusuran yang Anda lakukan serta informasi yang paling relevan," jelas Danny.

Selain BERT, Danny menerangkan pihaknya juga tengah mengembangkan software untuk menemukan halaman situs yang bisa diakses secara publik. Perangkat lunak ini disebut web crawler.

Crawler berfungsi untuk menganalisis dan mengikuti link yang ada di sebuah halaman web, nantinya crawler akan berpindah dari link ke link dan mengirim data tentang halaman web tersebut ke server Google.

"Saat crawler menemukan sebuah halaman web, sistem kami memuat kontennya sama seperti yang dilakukan oleh sebuah browser. Kami mencatat sinyal-sinyal penting, dari kata kunci hingga keaktualannya lalu melacak semuanya di indeks Penelusuran," terang Danny.

"Setiap kata yang ada di setiap halaman web dicatat di indeks kami. Saat mengindeks sebuah halaman web, kami menambahkan entri untuk semua kata yang ada di dalamnya," sambungnya. (din/eks)