Bos Dealer Sebut Cara Chevrolet Pergi Lebih Elegan dari Ford

fea, CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 16:09 WIB
Bos Dealer Sebut Cara Chevrolet Pergi Lebih Elegan dari Ford Logo Chevrolet. (Agust Supriadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pihak dealer Chevrolet di dalam negeri, Auto Kencana (AK) Group, mengatakan cara pamit General Motors (GM) lebih elegan ketimbang Ford pada 2016 lalu. AK Group sudah dua kali merasakan ditinggal pergi merek Amerika Serikat, mereka sempat memiliki 10 dealer Ford dan saat ini punya tiga dealer Chevrolet.

Pada Januari 2016, Agen Pemegang Merek (APM) Ford, yakni Ford Motor Indonesia, secara tiba-tiba mengumumkan akan menghentikan semua operasinya pada paruh kedua 2016. Penghentian itu termasuk operasi dealer, impor, dan penjualan kendaraan Ford.

Usai pengumuman suasana bergejolak di kalangan konsumen dan juga rekanan dealer. Salah satu konsumen mengajukan gugatan ke pengadilan dan konsorsium dealer juga melakukan hal yang sama sambil meminta ganti rugi.


Ford Motor Indonesia menjawab pertentangan itu dengan menunjuk pihak baru, RMA Group, sebagai pemegang bisnis purna jual yang melayani servis, pembelian suku cadang, dan garansi kendaraan Ford. Keputusan ini bikin konsumen tetap terlayani dan sebagian bisnis dealer bisa diselamatkan.

Andee Yoestong, Presiden Direktur AK Group, mengatakan, cara APM GM di dalam negeri, GM Indonesia, mengumumkan berhenti sebagai APM lebih elegan ketimbang Ford. Dia mengatakan sebelum diumumkan kepada media, pihak GM Indonesia menggelar rapat dengan para pemilik total 28 dealer Chevrolet.

Menurut Andee, pengumuman kepada media dilakukan pada pukul 14.00 WIB, sedangkan pertemuan pihak dealer dengan GM Indonesia dilakukan pada pagi hari.

Dalam pertemuan itu pihak dealer dikatakan meminta berbagai tuntutan. Namun menurut dia sampai saat ini belum ada kesepakatan soal kompensasi dari GM Indonesia.

"Biasalah dealer nuntut ini itu, tapi ya sudahlah kita juga sudah dua kali, sudah pengalaman," kata Andee.

Menurut dia, pihaknya tidak akan melakukan upaya hukum kepada GM Indonesia seperti aksi menuntut ganti rugi kepada Ford Motor Indonesia.

Chevrolet Lebih Elegan

GM mengumumkan melalui keterangan resmi akan menghentikan penjualan di Indonesia pada Maret 2020. GM Indonesia resmi melepas keagenannya, namun tetap mengawal bisnis purna jual berupa servis, suku cadang, dan garansi.

"Beda [dengan cara Ford Motor Indonesia], kalau Ford itu kan pada hari itu diberhentikan. Kalau ini enggak, jadi Maret 2020 baru berhenti jualan. Servis, garansi, masih jalan terus. Dan kalau Ford ganti kepemilikan ke RMA, ini enggak, tetap General Motors Indonesia. Jadi enggak ada masalah," kata Andee.

Ada indikasi GM Indonesia sudah mempelajari kasus Ford yang bermasalah karena tidak menyiapkan keberlangsungan purna jual saat mengumumkan angkat kaki. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda situasi jadi kisruh.

Buat konsumen yang sudah terlanjur beli mobil Chevrolet, purna jual terus berjalan menjadi jaminan kenyamanan pemeliharaan unit. Sedangkan buat pihak dealer, setidaknya masih bisa cari untung dari transaksi purna jual walaupun nantinya tidak ada lagi laba dari jualan mobil baru.

"[GM Indonesia] lebih elegan, tapi sebenarnya untuk konsumen enggak perlu pusing. Setahu saya ketentuannya di Indonesia, mereka mesti sediakan suku cadang selama 10 tahun. Jadi tidak masalah," kata Andee.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pada Pasal 25 menyatakan pelaku usaha wajib menyediakan fasilitas purna jual yang memenuhi garansi. Bila pelaku usaha tidak bisa memenuhi mesti bertanggung jawab atas tuntutan ganti rugi.

Ganti Merek Dealer

AK Group telah berangsur pulih dari kasus cabutnya Ford, banyak dealer-dealer yang dimiliki sudah berganti seragam merek lain meski tetap bisa melayani purna jual konsumen Ford.

Andee mengatakan bukan tidak mungkin dealer Chevrolet akan beralih memakai cara yang sama. Tiga dealer Chevrolet milik AK Group berada di Tangerang Selatan, Makassar, dan Palangkaraya.

Diler di Palangkaraya dan Makassar, sebut Andee, selama ini hanya melayani servis. Sedangkan yang statusnya melakukan penjualan, servis, dan suku cadang berada di Tangerang Selatan.

"Bisa jadi ganti merek lain, enggak masalah," ucap Andee. (fea)