Head of Communication Nissan Motor Indonesia Hana Maharani menjelaskan kondisi yang cukup miris pada Cross berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) karena mengalami penyesuaian permintaan pasar.
Pihak NMI mengaku permintaan konsumen terhadap Cross yang terus mengecil. Namun dengan kondisi tersebut, Cross belum akan 'disuntik mati'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hana, pabrik Nissan yang berlokasi di daerah Karawang, Jawa Barat bakal difokuskan untuk memproduksi dua model mobil harga terjangkau ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC), yaitu Datsun Go dan Go+.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil keluarga Cross diputuskan tak berstatus LCGC, melainkan masuk ke segmen compact crossover dengan harga mulai Rp163 juta saat peluncuran perdana.
Penjualan mobil itu sempat meledak ke level ribuan unit pada Maret tahun lalu, namun terus anjlok ke level ratusan unit, puluhan unit, bahkan tidak lebih dari 10 unit terjual per bulan. Pada November 2018 Cross juga tercatat tak meraih penjualan wholesales. (ryh/mik)