Spyware Pegasus bisa meretas ponsel, khususnya pengguna WhatsApp. Produsen Pegasus yang berasal dari Israel, NSO Group, dituduh meretas 1.400 ponsel oleh perusahaan induk WhatsApp, Facebook.
"Hal-hal yang geo-strategis tentu kita harus berbicara dengan lembaga yang berkompeten, yaitu BSSN. Kominfo setelah ini saya akan melihat patroli siber Kominfo," kata Johnny usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat kerja antara Kemenkominfo dengan Komisi I DPR RI, Anggota DPR RI Sukamta sempat menyinggung perusahaan siber asal Israel menggunakan nomor WhatsApp Indonesia untuk melakukan peretasan.
"Pertanyaan saya apakah Kemenkominfo sudah lakukan investigasi soal ini atau belum, kalau sudah hasilnya apa. dan tindakan yang sudah diambil apa untuk melindungi masyarakat Indonesia yang menggunakan WhatsApp," ujar Sukamta.
[Gambas:Video CNN]
Pegasus merupakan produk spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dan lainnya.
Spyware ini juga bisa menginfeksi melalui tautan yang dikirim lewat SMS. Pegasus biasanya digunakan pemerintah dan badan intelijen.
(jnp/dal)