Hasil penelitian dari Lembaga Oseanografi Woods Hole di Massachusetts menemukan bahwa masa depan Penguin Kaisar lebih banyak ditentukan oleh perubahan iklim daripada kemampuan beradaptasi Penguin itu ke habitat baru.
"Penguin adalah spesies indikator, mereka memperingatkan kita tentang dampak iklim di masa depan. Pesan besarnya adalah kita perlu mendengarkan penguin, dan menerapkan kebijakan untuk memenuhi tujuan perjanjian Paris, dan kita perlu melakukannya sekarang," kata Stephanie Jenouvrier, salah seorang peneliti pada NewScientist.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Perjanjian Paris gagal untuk menjaga suhu bumi, maka 86 persen dari perkiraan jumlah penguin kaisar saat ini mencapai 250 ribu penguin.
Kendati demikian, apabila komunitas global segera bertindak untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan berhasil menstabilkan suhu global rata-rata pada 1,5 derajat Celcius, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah Penguin kaisar tetap akan menurun hingga 31 persen.
[Gambas:Video CNN] (ndn/lav)