11 Ribu Ilmuwan Deklarasikan Dunia Darurat Iklim

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 17:00 WIB
11 Ribu Ilmuwan Deklarasikan Dunia Darurat Iklim Ilustrasi perubahan iklim. (Mark RALSTON / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 11 ribu ilmuwan dari 153 negara di seluruh dunia mendeklarasikan pernyataan bahwa dunia sedang mengalami darurat iklim. Para ilmuwan menggagas enam langkah yang harus dilakukan warga dunia demi meredakan perubahan iklim.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan BioScience, perubahan iklim disebabkan oleh konsumsi dan gaya hidup masyarakat yang berlebihan sehingga kebiasaan tersebut perlu ditekan.

Dilansir dari Huffington Post, Pernyataan ini juga mengingatkan kembali laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2018 yang melaporkan hanya tersisa 12 tahun untuk menyelamatkan dunia sebelum melewati batas pemanasan yakni 1,5 derajat Celcius.


"Kami menyarankan enam langkah kritis dan saling terkait (tanpa urutan tertentu) agar pemerintah, bisnis, dan umat manusia lainnya dapat mengurangi dampak terburuk dari perubahan iklim," tulis dalam laporan tersebut.

Keenam langkah tersebut di antaranya, mengganti bahan bakar fosil dengan energi baru terbarukan, mengurangi emisi polutan seperti metana dan karbon hitam, serta menjaga hutan dan keanekaragaman hayati. Hal itu termasuk cadangan karbon yang tersimpan di dalam hutan.

Langkah lain ialah mengubah gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi daging, dan memperbanyak konsumsi tumbuh-tumbuhan yang ditanam. Selain itu, membangun ekonomi yang bebas karbon dan menerapkan kebijakan keluarga berencana untuk menekan angka pertumbuhan penduduk setiap tahun.

William Ripple, Ilmuwan Oregon State University mengatakan kini sudah saatnya membahas secara luas bagaimana memerangi perubahan iklim.
[Gambas:Video CNN]
"Saya harap enam langkah saling terkait yang kami usulkan akan memicu diskusi ini," kata Ripple pada Cnet.

Deklarasi ini dirilis pada Selasa (5/11) yakni sehari setelah peringatan tiga tahun Perjanjian Paris pada 4 November 2016. Perjanjian tersebut disepakati oleh berbagai negara untuk berupaya penurunan suhu bumi yang semakin meningkat tiap tahunnya. (ndn/lav)