Kemenristek Alirkan Dana untuk Riset Kendaraan Listrik

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 02:25 WIB
Kemenristek Alirkan Dana untuk Riset Kendaraan Listrik Ilustrasi pabrik Wuling. (Dok Wuling Motors)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menjadikan penelitian serta inovasi di bidang otomotif dan kesehatan sebagai prioritas riset nasional. Hal itu disebut mendukung piramida industri di dalam negeri.

"Struktur piramida industri mulai dari ujung atas industri integrator sampai dengan industri komponen yang mendukung rantai produksi," kata Kasubdit Industri Energi dan Transportasi Kemenristek Wiwiek Yuliani saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (14/11).

Wiwiek Yuliani menjelaskan penelitian itu menjadi penguatan buat inovasi. Khusus untuk otomotif disebut akan ada pendanaan pembuatan prototipe mobil, uji produksi, dan uji emisi.


"Jenis kendaraan yang akan diprioritaskan adalah kendaraan yang segmen pasarnya siap atau yang mendukung percepatan program pemerintah," kata Wiwiek.

Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dikatakan bakal menjadi dasar untuk menentukan prioritas pendanaan untuk mendukung tumbuhnya industri kendaraan listrik.

"Pendanaan antara lain digunakan untuk mendukung berbagai pengujian yang diperlukan untuk siap masuk ke pasar," kata Wiwiek.

Dalam keterangan resmi, Bambang Brodjonegoro menuturkan bahwa pada era Revolusi Industri 4.0, setiap negara berlomba-lomba meningkatkan kualitas riset dan inovasinya.

Pasalnya, negara-negara ini sadar riset dan inovasi adalah kunci perekonomian. Ia mengatakan Indonesia telah mengalami perkembangan positif di bidang riset dan inovasi, namun pergerakannya masih lebih lambat dibandingkan laju riset dan inovasi negara lain.

"Saat ini inovasi menjadi faktor utama kesuksesan ekonomi di segala sektor. Pada Global Innovation Index (GII) 2019, Indonesia menduduki peringkat 85 dari 129 negara, di bawah negara ASEAN lain seperti Singapura (8), Malaysia (35), Vietnam (42), Thailand (43), Filipina (54), dan Brunei (71). (jnp/fea)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA