Jakarta Diklaim Bisa Hasilkan Rp1,75 T per Hari dari Sampah

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 19:01 WIB
Jakarta Diklaim Bisa Hasilkan Rp1,75 T per Hari dari Sampah Ilustrasi sampah plastik. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmad Zainal mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berpotensi menghasilkan Rp1,75 triliun per hari dalam pengolahan sampah yang mudah membusuk.

Lewat program yang dinamakan Manajemen Sampah Zero (Masaro), Pemprov DKI Jakarta bisa mengolah sampah membusuk menjadi pupuk organik cair, konsentrat pakan organik cair, dan media tanam dalam polybag.

Dalam sehari, DKI Jakarta menghasilkan 7.500 ton atau 7,5 juta Kilogram (Kg) per hari. Sebanyak 50 persen atau 3,75 juta Kg merupakan merupakan sampah yang mudah membusuk.

Akhmad mengatakan 1 Kg sampah bisa menghasilkan 10 liter pupuk organik cair atau konsentrat pakan organik cair. 10 liter bisa dijual Rp5 juta.



"Jadi tinggal dikalikan saja 3,75 juta Kg dikali Rp500 ribu. Tapi memang harga per 10 liter masih bisa diturunkan," ujar Akhmad usai acara diskusi di bilangan Kuningan, Jakarta, Selasa (19/11).

Konsep Masaro secara singkat adalah program pengolahan sampah dan menjadikannya produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomis tinggi. Dalam konsep ini, Masaro akan menempatkan Unit Pengolahan Sampah di setiap kelurahan.

"Rancangannya satu industri pengolahan sampah. jadi sampah tidak pernah keluar dari desanya. Satu Kelurahan, satu industri pengolahan sampah satu pasar dengan begitu tidak perlu Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," tuturnya.


Prinsip yang dilakukan Masaro antara lain pemilahan sampah langsung di sumber, pengolahan sampah di dekat sumber, pelibatan masyarakat, pemerintah, dan industri.

Hal terpenting dari Masaro adalah kemampuannya untuk mengolah seluruh sampah dan menjadikannya produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomis yang tinggi.

Sebelum tercetusnya Masaro, Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran (LTPM) ITB melakukan riset pada 2009 mengenai pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar melalui proses pirolisis.


Proses pirolisis sampah plastik adalah proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui proses pemanasan katalitik dengan tanpa melibatkan oksigen.Riset tersebut berhasil dan dapat menghasilkan bahan bakar minyak dengan nilai oktan yang bagus.

Aplikasi Masaro dapat menghilangkan TPS dan TPA, berpotensi mengurangi beban APBN dan APBD, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan.

"Ada tiga fokus riset yang telah dilakukan oleh LTPM yakni pengolahan sampah menjadi penguat jalan aspal (plastipal), dan kedua menjadi BBM, ketiga dari sampah styrofoam menjadi zat pembersih sulfur untuk solar pertamina," kata Akhmad. (jnp/lav)