Tiga Lubang Hitam Super Masif Ditemukan di Galaksi Aneh

CNN, CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 07:00 WIB
Peneliti menemukan tiga lubang hitam super masif yang menjadi tenaga penggerak sebuah galaksi aneh. Galaksi NGC 6240 (dok. ESA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti menemukan tiga lubang hitam menjadi pembentuk di pusat galaksi aneh berbentuk seperti telur hancur. Galaksi aneh ini dinamakan NGC 6240. Lubang hitam ini masing-masing punya massa 90 juta kali Matahari.

Sebelumnya, para peneliti percaya kalau galaksi ini terbentuk dari dua lubang hitam yang menyatu. Tapi, penelitian terbaru mengungkap kalau NGC 6240 terbentuk dari penyatuan tiga lubang hitam super masif yang berdiam di tengah galaksi, seperti tertulis dalam jurnal Astronomi dan Astrofisika Oktober lalu.

"Berdasarkan observasi kami dengan resolusi spasial yang sangat tinggi, kami bisa menunjukkan interaksi pada sistem galaksi NGC 6240 tidak hanya memiliki dua, tapi tiga libang hitam di pusatnya," jelas Wolfram Kollatschny, penulus utama studi ini dan profesor di Universitas Gottingen, seperti dikutip CNN.
Peneliti menyebut kalau konsentrasi tiga lubang hitam super masif ini tidak pernah ditemukan di tempat lain di alam semesta.

"Kasus ini memberikan petunjuk adanya proses penyatuan tiga lubang secara simultan di pusat galaksi," jelas Peter Weilbacher, penulis studi ini dari Institut Astrofisika di Postdam.


Mengutip Cnet, galaksi yang berjarak 300 juta tahun cahaya ini memang tak seindah galaksi yang kita tempati, Bima Sakti. Galaksi ini memang terlihat indah dari luar angkasa karena dipenuhi dengan banyak bintang yang berpilin teratur dan penuh cahaya. Tapi tak semua galaksi terbentuk indah seperti Bima Sakti.

Galaksi raksasa biasanya memiliki banyak lubang hitam super masif yang terdapat di pusat galaksi. Ukurannya bahkan bisa mencapai 100 juta kali massa Matahari.

[Gambas:Video CNN]

Lubang hitam ini berfungsi untuk menjaga galaksi berputar dalam gerakan yang konstan. Lubang-lubang hitam ini juga menjaga pergerakan bintang dan planet yang ada di galaksi tersebut. Lubang hitam ibarat bensin yang menjadi sumber tenaga bagi galaksi.

Temuan ini berdasarkan hasil pengamatan menggunakan teleskop super besar di Chile milik Eruopean Southern Observatory.

Para peneliti menganggap pengetahuan baru ini akan membantu meningkatkan pemahaman soal bagaimana galaksi berkembang dari waktu ke waktu. Terutama bagi galaksi-galaksi besar di semesta.

Sebab, dalam beberapa juta tahun sekali diperkirakan lubang hitam super masif diperkirakan akan menyatu. Penyatuan ini akan menciptakan gelombang gravitasi sangat tinggi yang menciptakan riak dalam ruang dan waktu. (eks)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK