Alasan HP China Kepung Pasar Indonesia, Libas LG-Sony

CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 13:13 WIB
Pengamat mengungkap alasan HP China cepat mengepung pasar hingga melibas LG dan Sony yang sudah hengkang dari Indonesia. Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Analis Pasar IDC Indonesia Risky Febrian menjelaskan alasan merek-merek handphone (hp) dari China  bisa mendominasi pasar ponsel di Indonesia. Merek-merek HP China ini bahkan berhasil melibas vendor seperti LG dan Sony yang sempat berkibar di pasar Indonesia.

Belakangan, raksasa asal Korea Selatan, Samsung harus rela disalip oleh Oppo dan Vivo yang menduduki peringkat satu dan dua. Samsung harus rela merosot ke peringkat tiga pada kuartal tiga 2019.

Merek-merek seperti Nokia, Motorola, Huawei, Sony, hingga LG juga tak berhasil naik ke permukaan. Bahkan dua nama terakhir sudah memutuskan hengkang dari pasar Indonesia. Risky mengatakan Motorola sudah hengkang sejak 2016, sedangkan LG sudah hengkang dari 2018.

1. Faktor Harga


Risky mengatakan faktor pertama adalah harga produk yang ditawarkan. IDC mencatat average selling price (ASP) atau rata-rata harga yang ditawarkan perusahaan China dan sangat rendah dibandingkan perusahaan ponsel pintar lainnya.

Sebagai perbandingan, Risky menjelaskan  LG memiliki ASP US$290, sedangkan Sony memiliki ASP US$309. Bagi Risky, harga merupakan faktor yang paling dipertimbangkan oleh masyarakat Indonesia.

"Harga penting karena kalau dbandingkan merek lain seperti Oppo US$201, kalau Vivo US$219, Xiaomi bahkan lebih kecil US$122. Dari sisi harga jual, Sony dan LG kurang kompetitif dari harga," kata Risky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/11).

[Gambas:Video CNN]


2. Pemasaran

Faktor kedua adalah aktivitas pemasaran. Risky menjelaskan untuk meningkatkan penjualan dibutuhkan pengenalan merek (brand awareness) yang tinggi. Pengenalan ini diciptakan melalui aktivitas pemasaran yang intensif.

Bagi Risky, merek-merek ponsel dari China dan Taiwan sangat jor-joran melakukan aktivitas pemasaran di Indonesia. Berbanding terbalik dengan merek-merek ponsel lainnya.

"Jadi memang selama LG dan Sony pada saat di Indonesia itu kita kurang bisa melihat marketing agresif. Dibandingkan  Vivo dan Oppo sendiri mereka spending (pengeluaran) iklan itu sangat banyak baik online maupun offline," kata Risky.

Posisi Samsung di kuartal ini memang dikepung oleh empat vendor ponsel China. Berturut-turut peringkat vendor ponsel di Indonesia pada kuartal 3 2019 (Q3 2019; Juli-September 2019) sebagai berikut, seperti tercantum dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (14/11). 
* Oppo (26,2 persen)
* Vivo (22,8 persen),
* Samsung (19,4 persen),
* Realme (12,6 persen), dan
* Xiaomi (12,5 persen). (jnp/eks)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK