Xerox, Perusahaan Fotokopi AS Diisukan Bakal Beli Saham HP

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 09:53 WIB
Xerox, Perusahaan Fotokopi AS Diisukan Bakal Beli Saham HP Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan fotokopi asal Amerika, Xerox Holding Corp dilaporkan tengah mempertimbangkan pembelian saham perusahaan pembuat laptop, printer, dan perangkat keras lain, yakni HP (Hawlett-Packard) Inc.

Saat dihubungi The Wall Street Journal, salah satu karyawan Xerox mengatakan pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan perusahaan yang berkantor pusat di Palo Alto, California itu secara intensif.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan HP memasang harga cukup tinggi kepada Xerox. Namun, juru bicara HP enggan berkomentar soal kabar itu.


"Tidak mau memberi komentar soal rumor," ujarnya singkat dikutip dari CNBC.

Jika kolaborasi antara Xerox dan HP terjadi, maka kedua perusahaan bakal menghasilkan pendapatan senilai US$2,3 miliar atau sekitar Rp32 triliun (US$1 = Rp14,040).

Selain itu, persekutuan Xerox dan HP dinilai dapat mendongkrak industri cetak yang kian menurun, seiring berkembangnya teknologi digital.

Sebelumnya, HP dikejutkan oleh mundurnya Dion Weisler dari jabatan CEO pada 22 Agustus 2019. Pimpinan HP bagian printer, solusi bisnis, dan imaging, Enrique Lores resmi menggantikan posisi Weisler pada 1 November lalu.

Weisler setidaknya sudah empat tahun menduduki jabatan tersebut di tengah keuntungan HP yang hanya seperempat dari estimasi Wall Street. Hal ini menyebabkan saham HP turun 6 persen pada perdagangan terakhir. HP menyebut Weisler mengundurkan diri karena masalah kesehatan keluarga.

"Atas nama para pimpinan, kami menghormati keputusan Dion untuk mendukung keluarganya," jelas Chip Bergh, kepala pimpinan dewan HP.

HP Inc yang berbasis di Palo Alto, California, merupakan perusahaan yang menjalankan bisnis perangkat keras yang memproduksi laptop dan perangkat keras lainnya. HP Inc sebelumnya merupakan bagian dari Hewlett Packard Company.

Pada 31 Juli 2019, pendapatan HP tercatat US$14,6 miliar, sedikit di bawah perkiraan analis. Pendapatan ini tergerus dari buruknya penjualan bisnis printer mereka.
[Gambas:Video CNN] (din/lav)