Kemenperin Sebut Datsun Salah Strategi Sejak Kembali ke RI

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 08:59 WIB
Kemenperin Sebut Datsun Salah Strategi Sejak Kembali ke RI Datsun Cross keluar dari pakem LCGC diluncurkan di Indonesia pada 2018. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menilai sekembalinya Datsun ke Indonesia pada 2014 sudah salah 'arah' bisnis otomotif.

Menurut Putu, langkah menutup kegiatan produksi Datsun mulai Januari 2020 bukan hal yang aneh.

"Jadi kalau di otomotif itu persaingan sangat ketat. Sehingga sekarang bagaimana cara mereka menjual. Lalu tahun ini kita mempunyai beberapa kegiatan nasional seperti pemilu dan memang pasar kendaraan turun," kata Putu di Jakarta, Selasa (26/11).


Menurut Putu Datsun bisa saja diselamatkan di tengah persaingan industri otomotif nasional jika perusahaan juga menggarap pasar ekspor. Dengan menggarap pasar ekspor setidaknya perusahaan bisa 'bertahan' di tengah pasar otomotif nasional yang stagnan, sementara pasar ekspor justru terkerek 28 persen.

Mengutip data Gaikindo Januari-Oktober 2019, penjualan mobil nasional berjumlah 849.609 unit, sementara perolehan tahun lalu untuk periode yang sama mencapai 962.735 unit.

Sedangkan ekspor dalam bentuk utuh atau Completely Build Up (CBU) selama Januari-Oktober 2019 jumlahnya 275.364 unit atau naik dari tahun lalu periode yang sama, 214.743 unit.

"Makanya kenapa pemerintah minta ekspor-ekspor itu, jadi biar pasar nasional turun, ekspor naik 28 persen. Jadi sebetulnya daya saing produk kendaraan kita itu cukup kompetitif," ucap Putu.

Kendati begitu, Ia menilai keputusan Nissan bukan sesuatu yang butuk. Hal tersebut merupakan hal wajar dalam ketatnya persaingan industri otomotif nasional.

"Ini hal wajar saja, bisnislah. Sekarang persaingan produk. Jadi mereka (Datsun) karena penjualan tidak mencukupi untuk skala bisnis. Karena skala produksi sama bisnis kan harus diperhitungkan," ucapnya.

Sebagai informasi Datsun Indonesia menjadi brand yang fokus pada pasar mobil harga terjangkau ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) sejak 2014 melalui Go dan Go+. Tahun lalu Datsun mulai keluar dari pakem LCGC pasca meluncurkan Cross.

Sejak 2014 Datsun sempat berjaya dengan dua produknya itu. Bahkan pada 2015 Datsun menjadi merek terlaris ke-enam di Indonesia dengan penjualan nyaris 30 ribu unit hanya dengan meniagakan Go dan Go+.

Berikut rekap penjualan Datsun 2014-2019:

Januari-Oktober 2019: 5.921 unit

Januari-Oktober 2018: 10.433 unit

Januari-Oktober 2017: 10.484 unit

Januari-Oktober 2016: 25.483 unit

Januari-Oktober 2015: 29.358 unit

Mei-Desember 2014: 20.520 unit (ryh/mik)