Menurut Bambang, pemerintah belum berpikir kembali mendalami mobil listrik dalam waktu dekat sebab mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya pasar. Dia berpendapat motor listrik lebih potensial berkembang dan laris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada sisi lain, Kementerian Perindustrian pernah menyatakan target motor listrik mencapai 20 persen (1,5 juta unit) pada 2025 dengan prediksi total penjualan motor 2 juta unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor Listrik Gesits
Pemerintah sejauh ini diketahui membina perusahaan lokal, Gesits Technologies Indo (GTI), yang memproduksi motor listrik bernama Gesits. Motor listrik mirip Honda Vario ini sudah diluncurkan pada Juni namun dan diklaim mendapat 5 ribu unit pesanan, namun hingga sekarang belum ada satupun unit yang dikirim ke konsumen.
Bambang menjelaskan pemerintah sudah mengawal pengembangan Gesits mulai dari riset hingga produknya siap dijual masal.
"Jadi cara kami dukung adalah mendukung pada setiap saat jadi mereka selalu naik tingkat," kata Bambang.
Bambang sempat mengungkit soal Molina atau mobil listrik nasional, namun ia menegaskan hal tersebut bukan prioritas riset pemerintah agar memiliki kendaraan tanpa emisi karya anak bangsa.
"Kami sekarang fokus di motor dulu lah. Nah mobil listrik ini sudah ada perusahaan swasta yang memproduksi," kata Bambang. (ryh/fea)