Tips Tekno

Cara Cegah Akun Instagram Diretas Orang

CNN Indonesia | Senin, 02/12/2019 10:24 WIB
Cara Cegah Akun Instagram Diretas Orang Ilustrasi Instagram. (Dok. Instagram).
Jakarta, CNN Indonesia -- Peretasan akun pribadi di Instagram kini dapat dialami oleh siapa saja. Menurut data yang dimiliki McAfee, sebanyak 22 persen pengguna internet telah melaporkan akun mereka pernah diretas paling tidak sebanyak satu kali.

Peretasan akun Instagram tentu menimbulkan banyak kerugian bagi korban. Bisa jadi akun tersebut menjadi target pencurian informasi pribadi atau peretas berniat mengunggah hal-hal di luar sepengetahuan pemilik akun. Dalam skala lebih tinggi, peretasan bahkan bermotif mencari keuntungan finansial.

Bila Anda terbiasa menggunakan Instagram dan menjadikannya bagian dari 'kebutuhan', Anda perlu melakukan cara-cara ini agar akun terbebas dari ancaman peretas.


Gunakan password Instagram yang unik

Cara ini terdengar sederhana, namun merupakan hal pertama yang dapat dilakukan untuk mencegah peretasan akun. Gunakan password yang berisikan kombinasi angka, huruf, dan tanda baca. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan password berupa tanggal lahir atau nama sendiri karena sangat mudah ditebak orang lain. Untuk membuatnya lebih aman lagi, gunakan password yang berbeda-beda untuk tiap akses masuk ke berbagai platform.


Batalkan akses aplikasi pihak ketiga di Instagram

Tanpa disadari, seringkali pengguna Instagram mengizinkan akses pada aplikasi pihak ketiga. Biasanya seperti aplikasi untuk mengedit foto dan aplikasi preview foto sebelum diunggah.

Untuk memeriksanya, buka pengaturan pada akun -> kemudian buka Security. Selanjutnya buka Apps and Website untuk melihat daftar aplikasi pihak ketiga yang diizinkan. Jika terdapat aplikasi yang mencurigakan atau tak digunakan lagi, hapus akses tersebut.


Otentikasi Dua Faktor pada Instagram

Cara ini memungkinkan pengguna untuk menerima kode melalui SMS yang harus dimasukkan saat hendak login. Hanya yang memiliki nomor tersebut yang dapat menerimanya. Sebelum mengaktifkannya, pastikan nomor ponsel Anda telah terdaftar pada akun. Setelah itu Buka Settings ->Security -> lalu Two-Factor Authentication. Selanjutnya aktifkan Text Message.

Namun, menurut Later saat ini Instagram telah meningkatkan fitur tersebut menambahkan Authentication App. Hampir sama dengan kode yang dikirim melalui SMS, Instagram kini telah bekerja sama dengan aplikasi pihak ketiga untuk menghasilkan kode login.

Caranya buka Settings -> Security -> Two-Factor Authentication -> lalu aktifkan Authentication App. Instagram merekomendasikan aplikasi pihak ketiga bernama Duo namun pengguna juga dapat menggunakan aplikasi sejenis lainnya.


Periksa aktivitas akun Instagram

Hal ini perlu dilakukan untuk mengecek apabila ternyata selama ini orang lain telah mengakses akun Anda secara diam-diam. Anda dapat melakukannya pada Pengaturan yang ada di Instagram. Kemudian pada halaman Security pilih Login Activity. Di sana akan terlihat informasi mengenai aktivitas login akun Anda termasuk lokasi, perangkat yang digunakan, dan juga tanggal akses. Jika terdapat akses yang mencurigakan, Anda dapat segera mengeluarkannya dari akun Anda.

Cek email Anda

Anda akan selalu menerima email apabila terdapat pembaruan keamanan pada akun Instagram. Misalnya seperti mengganti password dan mengaktifkan otentikasi dua faktor. Namun Anda juga perlu berhati-hati apabila terdapat email palsu yang mengatasnamakan Instagram dan meminta password maupun kode Anda.

Untuk mengecek kebenaran dari email tersebut, Anda dapat memverifikasinya melalui tab Emails from Instagram yang ada dapat dibuka di Settings -> Security. Anda dapat melihat email resmi apa saja yang telah Anda terima selama 14 hari terakhir. Jika email yang Anda terima tidak ada dalam daftar tersebut, maka kemungkinan besar email tersebut adalah palsu.

[Gambas:Video CNN]

Hindari membuka pesan dari orang yang tak dikenal

Anda perlu berhati-hati ketika menerima pesan langsung ataupun komentar yang berisikan tautan yang mencurigakan. Dilansir dari Thrive Global, Bisa jadi tautan tersebut merupakan malware yang dapat mengambil informasi pribadi bahkan tanpa meminta akses login terlebih dahulu.
(ndn/lav)