Selain itu, pernyataan Kak Seto yang mengusulkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memangkas durasi waktu sekolah menjadi tiga hari menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.
Seperti yang dicuitkan @Rahma_Chan8, ia juga pernah mendapat nilai 4 pada mata pelajaran Matematika dan masih bisa makan dan minum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Menyoal usulan sekolah hanya tiga hari, akun @gomezgurl_ protes mengapa Kak Seto tidak mengusulkan saat ia masih duduk dibangku sekolah.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Usulan Kak Seto itu pun tidak lepas dari kontra dari netizen. Seperti cuitan akun @unopratama, ia menilai jika sekolah hanya berlangsung tiga hari, sisa hari akan dihabiskan untuk bermain gim online.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Sebelumnya, saat menyambangi Mapolres Metro Jakarta Utara pada Rabu (4/12), Kak Seto mendukung inisiasi perubahan kurikulum.
Meski begitu, Kak Seto menyarankan kurikulum yang diberikan mesti memerhatikan potensi yang dimiliki anak dan tak selalu 'diumpani' dengan pengetahuan akademik.
"Saya dulu matematika paling tinggi dapat empat. Alhamdulillah masih hidup karena disalurkan matematika itu jadi nyanyi, olahraga, bela diri, dan sebagainya," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN] (din/dal)