Ikan Wakanda dan Temuan 71 Spesies Hewan-Tumbuhan Baru 2019

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 07:41 WIB
Ikan Wakanda dan Temuan 71 Spesies Hewan-Tumbuhan Baru 2019 Ikan Wakanda. (Courtesy of H.T. Pinheiro and B. Shepherd via zookeys.pensoft.net)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan dan peneliti dari California Academy of Sciences (CAS) menemukan 71 spesies hewan dan tumbuhan jenis baru selama tahun 2019. Para peneliti itu menemukan bunga, ikan, karang, laba-laba, siput laut, semut, hingga kadal jenis baru di tiga samudera dan lima benua.

Kepala penelitian CAS Shannon Bennet mengatakan tim melakukan penelitian ke gua-gua, hutan dan di samudera yang dalam untuk memahami jenis spesies baru yang masih banyak yang belum diketahui dan upaya untuk melakukan konservasi lingkungan.

"Meski puluhan tahun kita menjelajahi tempat-tempat terpencil di bumi, ilmuwan keanekaragaman hayati memprediksi masih ada 90 persen lebih spesies yang belum diketahui," kata Bennet seperti dilansir CNN, Minggu (8/12).


Menurut Bennet, keragaman tumbuhan dan hewan sangat penting dipelajari demi mendukung ketahanan bumi terhadap perubahan iklim yang sedang dialami. Berikut beberapa temuan hewan dan tumbuhan yang dinilai unik:


Ikan Wakanda

Bangsa Wakanda merupakan kisah fiktif yang diciptakan oleh Marvel sebagai rumah dari karakter Black Panther. Namun para peneliti kemudian menemukan makhluk ikan jenis baru dan dinamakan Wakanda.

Ikan Wakanda ditemukan di terumbu karang dalam Samudera Hindia, tepatnya di wilayah lepas pantai Tanzania, Afrika. Ikan tersebut berwarna ungu cerah dan memiliki sisik yang kuat pigmennya. Hal itu terlihat ketika ikan tersebut disimpan untuk penelitian, namun warna ungunya tetap melekat.

"Ikan itu diberi nama Cirrhilabrus Wakada, atau Vibranium Fairy Wrasse. Ini sebagai bentuk penghormatan untuk Wakanda dan Black Panther karena kami temukan di tempat terisolir dan terumbu karang Afrika," kata penulis utama penelitian tersebut, Yi-Kai Tea.

Selain ikan wakanda, secara keseluruhan peneliti menemukan 16 spesies ikan baru, termasuk ikan kardinal bermata kucing (cat-eyed cardinalfish).

[Gambas:Video CNN]

Kadal dan Tokek

Peneliti dari CAS, Aaron Bauer menemukan 15 jenis tokek berbintik-bintik, satu kadal oranye, dan kadal berikat yang kebanyakan dari mereka ternyata sudah terancam punah oleh gangguan manusia, predator (semut api), dan deforestasi.

"Kita akan kehilangan banyak spesies reptil jika tidak bisa menjaga keanekaragaman hayati yang unik," kata Bauer yang sudah menemukan lebih dari 250 jenis reptil baru sepanjang kariernya itu.

Siput Laut

Siput laut dikenal dengan keahliannya untuk menyamar. Adapun spesies yang baru ditemukan dinamakan, siput Madrella Amphora. Jenisnya disebut lebih mirip dengan telur siput.

Peneliti Invertebrate Zoology dari CAS, Terry Gosline mengatakan yang unik dari siput tersebut yakni secara genetik bisa meniru warna spesies atau hewan lain.

Para peneliti juga menemukan lima jenis siput laut warna-warni dengan penyamaran unik dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari siput biasanya.


Bunga 'Bermigrasi'

Frank Almeda, peneliti botani dari CAS menemukan bunga Trembleya Altoparaisensis di Taman Nasional Chapada dos Veadeiros yang berlokasi di Brasil.

Salah satu keunikan dari bunga tersebut, adalah mereka bisa berpindah-pindah atau bermigrasi demi memenuhi kebutuhan mereka atas perubahan lingkungan.

Karang Laut Dalam

Peneliti Invertebrata dari CAS, Gary Williams menemukan terumbu karang kuning indah bernama Chromoplexura Cordellbankensis di lepas pantai California.

Menurut Williams, dua karang jenis baru ditemukan di tahun 2019 di laut dalam Cagar Alam Nasional, Cordell Bank, sekitar 60 mil dari pantai San Francisco.


Laba-Laba Unik

Peneliti dari CAS menemukan lima jenis laba-laba baru yang bentuknya dinilai 'aneh'. Salah satunya adalah jenis laba-laba 'pemuja semut'.

Menurut peneliti bidang Entomologi CAS, Darrel Ubick, laba-laba tersebut hidup di gundukan semut di wilayah gurun Chihuahuan Meksiko.

Ikan Skate

Ikan skate jenis baru dinamakan Dipturus lamillai. Skate banyak ditemukan di Kepulauan Falkland dan hidup di kedalaman hampir 2.000 kaki.

Penemuan ini diharapkan bisa membantu upaya konservasi sehingga spesies baru ikan skate tidak ditangkap secara berlebihan. Ikan skate biasanya sering dijadikan steak dan difermentasi di Korea.

(dal/DAL)