Menurut Head of Public Policy Twitter Indonesia, Agung Yudha pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) terkait isi tiap pasal PP PSTE.
"Kita terus bersosialisasi dan berkoordinasi dengan teman-teman di Kominfo. Pastinya ada on going process [proses berkelanjutan] karena ada beberapa hal yang harus didiskusikan [soal isi PP PSTE]," tuturnya kepada awak media usai acara #RameDiTwitted 2019 di Aluca International Hall, Jakarta, Selasa (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa hal yang harus didiskusikan lebih lanjut itu yang bersifat administratif dari dampak perundang-undangan tersebut," sambung Agung.
Nantinya, Kemenkominfo akan mengerahkan mesin Automatic Identification System atau AIS untuk berpatroli. Selama ini mesin AIS bertugas pengais konten negatif di internet.
"Kalau mesin Ais menemukan konten pornografi akan dikirimkan ke PSE berikut dendanya," tegas Sammy.
[Gambas:Video CNN]
Bila PSE tidak juga merespon, Kemenkominfo akan langsung memberikan sanksi, mulai dari pemblokiran sementara hingga menghapuskan dari list. Tidak hanya itu mereka akan mendapatkan denda bila mana melewati tenggat waktu men-take down konten bermasalah.
PP PSTE sendiri akan mulai berlaku pada 2021. Saat ini pihak Kominfo tengah menyosialisasikan aturan tersebut ke PSE. (din/mik)