Beefalo disebut memiliki berat badan hingga 400 kilogram pada usia 2 tahun. Hasil perkawinan hybrid itu membuat daging beefalo menjadi tak berlemak dan diklaim lebih sehat.
14. Zorse (Zebra-Horse)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ukuran zorse lebih kecil dari kuda. Meski demikian, ukuran kakinya hampir sama panjang dengan induknya dan bisa hidup sampai 30 tahun. Walau berbadan kuda, zorse memiliki belang-belang zebra di bagian kaki, leher, atau sebagian badannya.
Foto: JOEL ROBINE / AFP |
15. Killer Bee (lebah madu Eropa-lebah Afrika)
Killer Bee adalah hewan hasil perkawinan hibrida yang salah dan berdampak bahaya. Awalnya, para peneliti ingin melahirkan lebah yang jinak dan mampu menghasilkan lebih banyak madu dari perkawinan silang lebah madu Eropa dengan lebah dari Afrika selatan.
Namun, tak disangka hasilnya adalah lebah agresif dan mematikan, makanya dinamakan lebah pembunuh. Killer bee disebut melarikan diri dari sangkarnya ke alam liar di Brazil dan berkembang biak ke berbagai penjuru Amerika Selatan, Tengah dan Utara.
16. Geep (Goat-Sheep)
Perkawinan silang antara kambing jantan dan domba betina yang kemudian dinamai Geep ini disebut tak terduga. Geep lahir di Irlandia Utara lewat perkawinan hibrida alami dan mampu lari lebih kencang dari domba lain. Namun belakangan diketahui hasil dari perkawinan Geep banyak yang mati.
17. Hinny dan Mules
Anak hasil perkawinan silang antara kuda jantan dan keledai betina disebut nagil atau Hinny. Sementara hasil perkawinan antara kuda betina dan keledai jantan disebut bagal atau Mules.
Keduanya lahir dari perkawinan khusus dari rekayasa manusia. Oleh karenanya, baik Hinny maupun Mules susah berkembang biak atau melahirkan. Mereka sedikit lebih dari kuda, namun memiliki bulu yang lebih tebal.
18. Dzo atau Yakow
Dzo atau Yakow adalah hewan yang lahir dari perkawinan silang antara Yak atau lembu (Bos grunniens) dengan jenis sapi domestik di Tibet. Ukuran tubuh Dzo jauh lebih besar daripada sapi atau yak, dan dianggap jauh lebih produktif dalam produksi susu maupun produksi dagingnya.
Hewan-hewan ini dibesarkan di Tibet dan Mongolia sebagai hewan pekerja, karena mereka jauh lebih kuat daripada leluhur induk mereka.
Foto: AFP PHOTO/GOH Chai Hin |
(dal)
Foto: JOEL ROBINE / AFP
Foto: AFP PHOTO/GOH Chai Hin
Foto: Istockphoto/fotogestoeber.de
Foto: Istockphoto/Lambert David
Foto: TIZIANA FABI / AFP
Foto: L. David Mech mail, Bruce W. Christensen, Cheryl S. Asa, Margaret Callahan, Julie K. Young via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-3.0)