Samsung Diskusi dengan Operator Telekomunikasi Soal eSIM

CNN Indonesia | Minggu, 15/12/2019 07:08 WIB
Samsung Diskusi dengan Operator Telekomunikasi Soal eSIM Logo Samsung. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ponsel lipat Samsung Galaxy Fold yang baru diluncurkan di Indonesia telah disokong fitur eSIM (embedded SIM) dan nano SIM. Untuk itu, perusahaan berdiskusi dengan operator telekomunikasi yang menyediakan perangkat tersebut.

Product Marketing Manager Samsung Mobile Taufiq Furqan mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan Smartfren, satu-satunya operator yang sudah menyediakan eSIM.

"Kami sedang diskusi dengan operator, belum bisa official langsung. Sejauh ini, operator yang sudah siap eSIM masih Smartfren," kata Taufiq kepada awak media usai Media Session Samsung Galaxy Fold di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (13/12).


CNNIndonesia.com mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke Public Relations Smartfren Telecom Yondi Hartanto namun belum mendapat jawaban.


Sebelumnya, teknologi eSIM hanya bisa dinikmati para pemakai setia iPhone seri X dan 11. Di Indonesia, Smartfren merupakan satu-satunya operator telekomunikasi yang telah menghadirkan teknologi ini.

Teknologi eSIM tidak memerlukan kartu SIM fisik. eSIM adalah cip yang sudah tertanam di iPhone. Informasi dalam cip ini bisa ditulis ulang sehingga kita bisa mengganti nomor eSIM dari satu operator dengan operator lain.

Sejumlah produk jam pintar Apple dan Samsung telah mengawali penerapan teknologi eSIM seperti Apple Watch Series 3 dan Samsung Gear S3 serta Gear S2 yang meluncur pada 2016.


Saat teknologi eSIM disematkan di jam pintar itu, pengguna bisa lari pagi tanpa harus membawa ponsel, data yang terekam pun bisa disinkronisasikan ke ponsel secara real time.

Sementara itu, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan embedded SIM (eSIM) bisa mengubah model bisnis yang ada.

Anggota BRTI Setyardi Widodo mengatakan dengan eSIM bisa saja operator dalam negeri menjual layanan di luar negeri. Begitu juga sebaliknya, operator luar negeri bisa menjual layannya di dalam negeri.

"Akan tetapi kan bisa jadi operator luar negeri masuk Indonesia, sebaliknya tapi kita belum menentukan hal-hal yang terkait itu karena kita baru mencermati saja," ujar Setyardi saat ditemui media di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, 6 September lalu. (din/lav)