Menikmati 'Gelombang' Jalan Tol Japek II

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Minggu, 15/12/2019 15:23 WIB
Menikmati 'Gelombang' Jalan Tol Japek II Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II akhirnya mulai beroperasi terbuka untuk umum pada Minggu (15/12/). (Antara Foto/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek II) tetap diresmikan hari Minggu (15/12) pagi, meski menjadi perbincangan masyarakat karena ada bagian jalan yang bergelombang bak air laut.

Menurut Pimpinan Proyek Area 1 PT Jasamarga Prajudi, desain naik turun itu telah memenuhi persyaratan dalam pembuatan jalan tol.

Prajudi menjelaskan kontur naik-turun di beberapa bagian tidak ada unsur kesengajaan atau kesalahan struktur. Kondisi bergelombang karena jalan tol harus mengikuti kondisi di bawahnya seperti ada jembatan penyeberangan (JPO) dan jembatan untuk kendaraan melintas.


"Saat melewati overpass bagaimana pun harus meninggikan jalur, jadi memang kelihatan naik turun menyesuaikan struktur di bawah, yaitu overpass dan jembatan-jembatan," kata Prajudi di KM 10 akses masuk Tol Japek II, Jakarta, Minggu (15/12).

CNNIndonesia.com bersama media lain berkesempatan menjajal tol layang sepanjang 36,4 kilometer tersebut. Perjalanan dimulai dari akses masuk jalan tol layang Japek II di Simpang Susun Cikunir, tepatnya di KM 10 tol Japek.

Saya menumpangi Toyota Hiace. Saat masuk ke tol Japek II, saya khawatir tinggi Toyota Hiace akan menabrak pembatas tinggi kendaraan. Sebab tol yang dibangun sejak 2017 ini memang dikhususkan untuk kendaraan Golongan 1 Non Bus.

Sepanjang tol Japek II sudah dilapisi aspal dan ada bahu jalan untuk parkir mobil yang menghadapi bermasalah. Namun, pantauan saya kualitas aspal tidak seluruhnya mulus, ada beberapa bagian jalan yang bumpy atau bergelombang.

Terlepas dari itu, suara ban yang menyentuh aspal tidak terlalu bising sampai kabin mobil ketimbang jalan tol yang cuma beton.

Perjalanan terus berlanjut, dan mobil yang saya tumpangi mengikuti aturan kecepatan pengelola tol yaitu minimum 60 km per jam dan maksimum kecepatan 80 km per jam.

Begitu mencapai kecepatan 80 km per jam, guncangan semakin terasa sampai kabin mobil. Kondisi ini sangat mengganggu perjalanan, dan bayangkan jika kita harus melahap jarak 100 kilometer (km) perjalanan, beruntung tol Japek II tak sampai 30 km.

Keluhan lain ada pada penyambungan dua sisi jembatan atau expansion joint. Meski pun bagian penghubung dilapisi aspal, namun itu tidak bisa mengurangi guncangan sampai dalam kabin. Dan ini dirasakan di setiap penghubung jalal tol Japek II.

[Gambas:Video CNN]

Sepanjang perjalanan rambu-rambu lalu lintas mulai batas kecepatan cukup menuntun para pengendara mobil. Kondisinya cukup jelas dan mudah terlihat pengendara.

Menariknya tol ini sudah dilengkapi 113 unit CCTV untuk mengawasi pengemudi yang nakal. CCTV ini belum digunakan untuk sistem tilang elektronik. Meski begitu pengendara harus tetap tertib lalu lintas.

Mobil akhirnya keluar dari tol Japek di KM 48 sekitar 30 menit perjalanan dengan kecepatan antara 60-80 km per jam. (jnp/mik)