Menkominfo Buka Suara Soal Ekosistem 5G di Indonesia

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 07:42 WIB
Menkominfo Buka Suara Soal Ekosistem 5G di Indonesia Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Qualcomm menyatakan 2020 akan menjadi tahun di mana fasilitas jaringan 5G marak digunakan di seluruh dunia. Operator di Indonesia juga bersiap menyongsong jaringan generasi terbaru tersebut.

Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan pihaknya sedang mempersiapkan ekosistem secara menyeluruh demi penerapan 5G.

"Indonesia sedang mempersiapkan dan mengoordinasikan ekosistem dalam rangka implementasi 5G di Indonesia, mulai dari hulu hingga hilir," ujar Johnny kepada CNNIndonesia.com, pada pekan lalu.


Johnny juga mengatakan saat ini masih banyak hal yang harus dipersiapkan Indonesia untuk menerapkan teknologi revolusi digital tersebut.

"Harus disiapkan secara matang termasuk kesiapan alokasi frekuensi spekturm, infrastruktur dan dan kesiapan industri domestik, ekonomi dan komersial maupun secara khusus security dan geostrategis,"ujar Johnny.

Beberapa waktu lalu, Direktur Penataan Sumber Daya Direktorat Jenderal SDPPI Kominfo Denny Setiawan mengatakan Kominfo akan menyiapkan uji coba teknis pada beberapa frekuensi seperti 26 Ghz dan 3,5 Ghz untuk jaringan 5G.

Dalam kesempatan berbeda, sejumlah operator telekomunikasi juga berkomentar terkait ekosistem 5G di Indonesia. Direktur Penjualan Telkomsel Ririn Widaryani menegaskan pihaknya tak memaksa pengguna perangkat dengan jaringan 4G untuk terburu-buru beralih ke jaringan 5G dikomersialisasi secara resmi.

Menurut dia, ekosistem jaringan 5G membutuhkan proses cukup panjang sampai akhirnya bisa digunakan. Di sisi lain, pemanfaatan jaringan 4G saat ini sudah cukup untuk mendukung aktivitas berinternet masyarakat di Indonesia.

Di sisi lain, XL Axiata menawarkan opsi berbagi spektrum antar operator telekomunikasi untuk mengimplementasi jaringan 5G di Indonesia. Opsi tersebut dinilai akan lebih efektif.

CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama menjelaskan fasilitas layanan 5G merupakan jangka panjang yang persiapannya memerlukan waktu dan dukungan dari pihak-pihak terkait.

Indosat Ooredoo menyadari bahwa persiapan ekosistem 5G di Indonesia memerlukan peran semua pihak dan membutuhkan waktu, mulai dari frekuensi, use case, maupun ekosistem teknologi di lapangan.

(jnp/lav)