Penjelasan Sains soal Cincin Api Matahari di Langit Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 17/12/2019 09:57 WIB
Penjelasan Sains soal Cincin Api Matahari di Langit Indonesia Ilustrasi matahari cincin. (Dok BMKG)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fenomena Gerhana Matahari Cincin menjadi fenomena yang dinanti bagi para pengamat angkasa di Indonesia. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan Gerhana Matahari Cincin bisa diamati pada 26 Desember 2019.

Dilansir dari AccuWeather, Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan lewat di antara Bumi dan Matahari.

Kendati demikian, jarak antara Bumi dan Bulan pada saat gerhana dapat menentukan jenis gerhana yang akan dilihat manusia di Bumi.


[Gambas:Youtube]

Dalam fenomena ini, Bulan tak selalu menutup seluruh sinar Matahari. Cincin sinar Matahari yang cerah di sekitar Bulan ini di puncak gerhana matahari, cincin sering disebut 'Cincin Api'.


Jarak antara Bumi dan Bulan selalu berubah karena orbit elips Bulam yang berbentuk seperti telur.

Artinya, ada waktu di mana Bulan lebih dekat ke Bumi dan muncul sedikit lebih besar di langit. Kemudian ada saat di mana Bulan berjarak lebih jauh terlihat sedikit lebih kecil di langit.

LAPAN mengatakan fenomena Gerhana Matahari Cincin akan menyambangi beberapa wilayah di Indonesia pada 26 Desember 2019. Sayangnya wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, & Bekasi (Jabodetabek) tidak dapat menikmati fenomena alam tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Akan tetapi, masyarakat Jabodetabek tak perlu gigit jari karena masih bisa melihat fenomena Gerhana Matahari Sebagian. Fenomena ini bisa diamati mulai pukul 10.43 WIB di saat fenomena Gerhana Matahari Sebagian dimulai.

Fenomena kemudian akan berakhir pada pukul 14.52 WIB setelah Bulan melewati Matahari.

Gerhana matahari cincin dapat diamati di Sumatera Utara (Sibolga, Padang Sidempuan), Riau (Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulang Rangsang), Kepulauan Riau (Batam, Tanjung Pinang).

Kalimantan Barat (Singkawang), Kalimantan Utara (Makulit, Tanjung Selor), dan Kalimantan Timur (Berau).

(jnp/DAL)