Tips Otomotif

Pastikan Kenal Blind Spot Truk dan Bus Sebelum Liburan Natal

CNN Indonesia | Sabtu, 21/12/2019 15:27 WIB
Blind spot pada truk dan bus merupakan area berbahaya saat berkendara dan bisa diantisipasi dengan mengenalnya lebih dekat. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Truk dan bus merupakan kendaraan berukuran besar yang punya blind spot (titik buta) luas sebab itu pengemudi kendaraan lain yang berukuran lebih kecil mesti waspada bila berdekatan di jalanan. Mengetahui blind spot kendaraan lain penting dipahami agar terhindar dari kecelakaan.

Truk dan bus serta kendaraan besar lainnya kerap ditemui di jalan-jalan lintas daerah. Pertemuan ini mungkin terjadi saat libur panjang Natal dan tahun baru di mana banyak pengemudi bepergian ke luar kota.

Blind spot merupakan area yang tidak terlihat oleh pengemudi truk dan bus. Ada kemungkinan bila kendaraan lebih kecil, misalnya sepeda motor atau mobil, masuk ke area itu bisa terserempet atau bahkan tergilas karena pengemudi truk dan bus tidak menyadari keberadaannya.


Perlu dipahami semakin besar dimensi mobil, maka blind spot semakin besar pula.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu memaparkan cara menghindari potensi berbahaya pada blind spot truk dan bus. Kata Jusri blind spot paling besar berada di belakang kendaraan, sekitar pilar A, dan tepat di sebelah kanan sopir.

Pengemudi lain diminta mewaspadai bila berada di area itu dan disarankan menghindarinya. Pengemudi bisa memperlambat laju kendaraannya untuk menjaga jarak dari truk dan bus.

"Kalau bicara blind spot truk dan bus, 100 persennya itu titik buta ada di belakang. Ekor kendaraan," kata Jusri.

Misalnya dalam kondisi ingin mendahului truk dan bus, Jusri bilang tidak bisa dilakukan sembarangan. Pengemudi dikatakan mesti menerapkan teknik yang tepat.

Hal pertama yang mesti dilakukan yaitu memastikan jalan dari arah berlawanan sangat aman atau tidak ada kendaraan lain. Disarankan jangan menyalip di tikungan, tanjakan, dan turunan.

Kedua, pastikan sopir truk dan bus tahu keberadaan kita. Hal ini bisa dipastikan melalui kaca spion truk dan bus, jika wajah sopir terlihat berarti kita tidak berada pada blind spot.

Klakson bisa difungsikan untuk menegur sopir sekaligus pernyataan keberadaan kita.

Jusri menambahkan untuk kembali ke lajur semula usai menyalip, perhatikan spion tengah mobil kita. Jika sudah terlihat ban depan truk, baru kita masuk ke jalur kiri. Perlu diingat bagian depan truk juga merupakan blind spot.

[Gambas:Video CNN] (ryh/fea)