Tren Tekno

Teror Ular Kobra, Serang Bocah dan Masuk Rumah Warga

CNN Indonesia | Sabtu, 21/12/2019 11:11 WIB
Teror Ular Kobra, Serang Bocah dan Masuk Rumah Warga Anak ular kobra yang menyerang warga sudah memakan korban anak-anak. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teror anak ular kobra menyerang sejumlah wilayah di Bogor dan Jakarta. Puluhan ekor anak ular kobra pertama kali ditemukan berkeliaran di salah satu perumahan di Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Anak kobra yang sudah diamankan warga tercatat mencapai lebih dari 25 ekor. Selain berkeliaran di semak, selokan dan tumpukan puing, beberapa kali warga juga menemukan hewan reptil itu di dalam rumah dan Mushola.

Bahkan Kamis (19/12) kemarin, Petugas Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Sektor Pasar Minggu mengevakuasi satu ekor induk ular kobra dari dalam warung di kawasan Jeruk Purut, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.


Menurut Ahli Hepertologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy, musim penghujan merupakan fase yang baik untuk menetaskan ular kobra. Sebab, kobra merupakan jenis ular yang mampu beradaptasi di lingkungan sekitar manusia.

Selain itu lingkungan di sekitar rumah dianggap menyediakan makanan yang cukup bagi ular kobra itu sendiri. Saat ditanya apakah karena faktor predator kobra yang minim, Amir pun tidak bisa berasumsi lebih lanjut selain faktor musim penghujan.

"Saya tidak bisa berasumsi selain musim, musim [penghujan] memang bagus [untuk menetas]. Kobra ini adalah jenis yang memang punya adaptasi bagus di lingkungan sekitar manusia, hidupnya yang paling utama adalah di sawah, ladang, tegalan bahkan sekitar rumah," tuturnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/12).

"Jadi, memang populasi yang banyak ada di lokasi-lokasi seperti itu karena menyediakan pakan yang cukup buat mereka untuk bertahan, berkembang biak dan tempat untuk bertelur juga tersedia," sambungnya.

Pernyataan Amir itu selaras dengan studi yang dilakukan oleh dua orang profesor asal Amerika yaitu Grant Lipman dari Universitas Stanford dan Caleb Philips dari Universitas Colorado.

[Gambas:Video CNN]

Menurut keduanya, gigitan ular kobra lebih banyak terjadi setelah musim hujan.

"Ada peningkatan yang signifikan pada gigitan ular setelah musim hujan. Masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan saat musim panas dan musim gugur 2020 karena eksisten ular berbisa akan makin banyak," kata Lipman seperti dikutip Forbes.

Senada dengan Lipman, salah satu peneliti dari Institute Sandiago Zoo Jeffrey Lemm mengatakan saat hujan lebat, ular seringkali lebih aktif dibanding musim panas karena mereka dapat dengan mudah menemukan makanan dan pasangan.

"Jadi kenapa begitu banyak orang melihat ular? Salah satu alasannya adalah tanah lembab dan vegetasinya subur sehingga ular lebih dekat ke permukaan," tulis Lemm di laman resmi Institute Sandiego Zoo.


Tips agar Rumah Bebas dari Ular Kobra

Amir kemudian membagi tips kepada masyarakat agar rumahnya aman dari ular kobra atau ular jenis lainnya, khususnya saat musim hujan.

Pertama, Amir meminta warga tidak membiarkan ada tumpukan barang seperti kardus, kain, daun atau apapun yang membuat kondisi lembab di sudut-sudut rumah. Kedua, masyarakat diminta agar rumah setiap hari disapu dan dipel dengan pewangi dan diberikan kapur barus di beberapa sudut rumah.

Ketiga, Amir juga meminta agar rumah terbebas dari tikus. Tikus merupakan hewan yang disukai ular sebagai santapan. Fungsi ular sendiri, imbuh Amir, adalah untuk mengendalikan populasi tikus.

Keempat, masyarakat dihimbau agar tak ada tumpukan sampah di dalam rumah. Sampah harian lebih baik dikumpulkan dan ditempatkan di lokasi khusus yang berada di luar rumah.

Kelima, kepada warga yang memiliki rumah dekat dengan sawah atau kebun untuk lebih ekstra hati-hati dengan membangun pagar khusus sebagai pengaman. Amir juga mengimbau agar saluran air di rumah dipasang saringan.

Terakhir, Amir juga meminta agar warga berhati-hati ketika ular sudah ada di dalam rumah. Warga lebih baik menjaga jarak dan memanggil tenaga profesional atau keamanan untuk mengusir ular dari rumah.

Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Sembilan RS Depok Sediakan Antibisa Ular

Kemunculan puluhan ular kobra di sebuah perumahan kawasan Citayam, Depok, membuat geger warga sekitar. Ular cobra juga muncul di sejumlah wilayah lain di Jabodetabek, menyebabkan beberapa korban dilarikan ke rumah sakit karena mendapat gigitan.

Salah satunya, seorang bocah beranama Rifky Ahmad Saputra, warga Beji Depok yang sempat tiga hari dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Universitas Indonesia. Kini dia istirahat di rumah seraya menjalani rawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menjelaskan beberapa rumah sakit di Kota Depok sebetulnya telah lama menyediakan serum antibisa ular sejak lama.

Berikut 9 rumah sakit di Kota Depok yang menyediakan serum antibisa ular:

1. RSUD Kota Depok, Jl. Raya Muchtar No. 99, Sawangan Lama, Kec. Sawangan.
2. RS. Citra Arafiq, Jl. Perindustrian No. 53, Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya.
3. RS. Sentra Medika, Cisalak Kec. Sukmajaya.
4. RSU Hasanah Graha Afiah (HGA), Jl. Raden Saleh, No. 42, Sukmajaya, Kec. Sukmajaya.
5. RS Universitas Indonesia (UI), Pondok Cina, Kec. Beji.
6. RS. Meilia, Jl. Arternatif Cibubur, KM. 1, Harjamukti, Kec. Cimanggis.
7. RSU. Bakti Yudha, Jl. Raya Sawangan No. 2, Pancoran Mas, Kec. Pancoran Mas.
8. RS. Mitra Keluarga, Jl. Margonda Raya, Depok, Kec. Pancoran Mas.
9. RS. Tugu Ibu, Jl. Raya Bogor, No. Km. Mekarsari, Cimanggis.

(din/DAL)