LIPI Ungkap Ancaman Anak Ular Kobra Saat Musim Hujan

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 12:03 WIB
LIPI Ungkap Ancaman Anak Ular Kobra Saat Musim Hujan Ular kobra. (Istockphoto/mrjo2405)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga dihebohkan dengan temuan 26 ekor anak ular kobra yang berkeliaran di salah satu Perumahan di Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ahli Hepertologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy mengaku memasuki fase musim hujan, memang waktunya ular kobra lahir.

"Ular kobra menetas di awal musim hujan. Untuk kasus di Bogor, kebetulan dekat perumahan tersebut ada ular kobra yang berkembang biak," kata Amir kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/12).


Menurut Amir, sekali bertelur, rata-rata kobra bisa menetaskan 20 ekor ular. Biasanya ular kobra meletakkan telur-telurnya di lubang atau tempat lembab yang tersembunyi dari jangkauan manusia.

"Sukanya ular kobra di sarang yang basah atau lembab. Jadi dia lebih hangat. Biasanya di bawah sampah. Tiga (3) bulan biasanya sudah menetas," kata Amir.


Setelah menetas, anak ular kobra biasanya berpencar atau berpisah dengan induknya. Sehingga, imbuh Amir, fenomena jumlah populasi yang meningkat dan penemuan ular kobra sampai masuk ke rumah warga di musim hujan adalah wajar.

Kendati demikian, Amir mengatakan dari puluhan ular yang lahir secara bersamaan itu belum tentu bisa bertahan hidup seluruhnya. Pasalnya, di awal musim hujan musuh atau mangsa ular kobra juga banyak, salah satunya burung.

Atas dasar itu, Amir menghimbau agar kondisi rumah selalu bersih dan jangan dibiarkan gelap saat musim hujan. Warga diminta untuk tidak membiarkan tumpukan barang atau sampah yang akan memberikan tempat lembab bagi ular kobra.

[Gambas:Video CNN]

Jika rumah warga berada di dekat sawah, Amir meminta dibuatkan pagar sebagai pengaman.

"Karena kalau dekat sawah dan yang lembab, itu habitat ular kobra," pungkas Amir.

Sebelumnya, warga perumahan Citayam Bogor, resah dengan temuan anak ular kobra yang bersarang di semak dan puing bangunan kosong di sekitar mereka. Warga mewaspadai anak maupun induk ular yang masih bebas berkeliaran.

Dalam sepekan terakhir, anak kobra yang sudah diamankan warga tercatat mencapai lebih dari 25 ekor. Selain berkeliaran di semak, selokan dan tumpukan puing, beberapa kali warga juga menemukannya di dalam rumah dan Mushola.

Diduga, ular kobra berkeliaran lantaran sarangnya di kebun bambu dibersihkan untuk perluasan area lahan perumahan.

"(Berkeliaran) mulai hari senin selama satu pekan ditemukan terus sampai hari ini. Sudah ditemukan sekitar 26 ekor," ujar Tukiman, warga Citayam, dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV.

(din/DAL)