Nasib Lamborghini 'Koboi' Kemang: Tertabrak Pakai Pelat Palsu

CNN Indonesia | Kamis, 26/12/2019 22:12 WIB
Lamborghini milik tersangka penodong pelajar di Kemang, Jakarta Selatan, terekam menggunakan pelat nomor palsu saat terlibat kecelakaan. Lamborghini milik penodong pelajar di Kemang, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lamborghini Gallardo, mobil tersangka penodong pelajar di Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu terekam menggunakan pelat nomor palsu saat terlibat kecelakaan.

Hal tersebut diketahui usai supercar itu mengalami kecelakaan di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, atau tepatnya di depan Gedung Sarinah pada Selasa (24/12) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Nomor polisi yang digunakan mobil itu B 888 AIK, seharusnya pelat nomor mobil tersebut B 27 AYR. 

"Iya itu mobil yang sama, tapi pelat berbeda," kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar saat dihubungi, Kamis (26/12).



Mobil tersebut diketahui dikemudikan adik tersangka penodongan senjata api berinisial AM, yaitu MS. Sedangkan MS kecelakaan pada hari yang sama ketika kasus kakaknya diungkap polisi pada Selasa (24/12) siang.

Dari penuturan MS, B 888 AIK merupakan identitas Jeep Wrangler yang pernah mereka miliki. Entah apa alasannya pelat itu justru dipasang pada Lamborghini AM.

"Keterangannya pelat tersebut pelat mobil Wrangler yang dulu pernah dimiliki dan saat berkendara sudah terpasang," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Fahri menyebut bukan MS yang sengaja mengganti pelat nomor itu. Namun yang jelas, ia bilang menggunakan pelat nomor tak sesuai kendaraannya salah satu pelanggaran lalu lintas.

"Jadi sudah terpasang di rumah sejak dia berkendara. Menurut keterangannya (MS) yang mengganti (pelat nomor asisten rumah tangga)," kata Fahri.



Tabrakan Akibat Hilang Kendali

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar mengatakan semula MS sedang melaju bersama supercar itu dari arah Timur di Jalan Wahid Hasim, Jakarta Pusat.

Namun MS berbelok arah ke selatan. Setibanya di depan Gedung Sarinah, MS diduga lalai sehingga mobil itu bertenaga 'monster' itu oleng dan menabrak.

"Karena lalainya dan kurang konsentrasi pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan sehingga oleng ke kanan dan menabrak separator bus way," ucap Fahri.

Fahri belum dapat memastikan berapa kecepatan kendaraan saat kecelakaan itu berlangsung. Yang jelas kecelakaan tak memakan korban, serta melibatkan kendaraan atau pihak lain.


Fahri menambahkan saat kejadian MS tidak sendiri. Di dalam mobil yang diperkirakan punya nilai lebih dari Rp2 miliar tersebut, MS bersama seorang wanita berinisial LS.

"Setelah kejadian mereka langsung meninggalkan lokasi dan mobilnya diangkut dengan petugas derek," kata Fahri.

Atas kejadian itu Lamborghini berkelir oranye tersebut mengalami rusak bagian depan terutama kap mesin, bumper, hingga lampu-lampu akibat hantaman keras dengan sparator.

(ryh/DAL)