Ia mengatakan pekan depan akan terjadi puncak pasang surut tertinggi karena ada fenomena Bulan Purnama. Saat Bulan Purnama, posisi Bumi, Bulan, dan Matahari segaris sehingga daya tarik Bulan terhadap air laut menyebabkan pasang (air laut naik) menjadi lebih tinggi.
"Seminggu lagi bulan purnama, itu adalah pasang tertinggi, pantura Jakarta akan terendam rob. Kalau rob dan curah hujan bersamaan, maka banjir akan lebih parah," kata Emmy di akun Facebook, Kamis (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasang maksimum akan terjadi pada pukul 10.00 WIB pada 9 Januari, pukul 10.00-11.00 WIB pada 10 Januari dan pukul 11.00 WIB pada 11 Januari. Pasang maksimum ini diduga akan mengakibatkan banjir rob yang bisa memperparah banjir di Jakarta.
Akan tetapi, Emmy mengkritik bahwa peta rawan tersebut tidak disebarluaskan secara aktif dan intensif karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan warga tidak mengantisipasi.
Emmy mengatakan banjir pada hari pertama cuma disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di Jakarta. bukan air kiriman dari Bogor. Aktivis berharap Pemprov DKI Jakarta seharusnya membuat saluran air besar yang sesuai debit air yang mengalir.
Selain itu, baik Pemprov dan masyarakat seharusnya sudah mulai membersihkan saluran got dari sampah sebelum musim hujan dimulai.
"Pembersihan dilakukan sebelum musim hujan mulai. Tampaknya ini kendor tahun-tahun terakhir di Jakarta. Partisipasi masyarakat untuk menjaga saluran air di perumahan mereka perlu digalakkan," ujar Emmy.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan pembangunan tanggul pantai untuk mencegah banjir rob ditargetkan selesai seluruhnya pada 2020 mendatang.
Pembangunan tanggul laut tersebut merupakan bagian dari National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) fase A yang memang merupakan kewajiban Pemprov DKI. Setidaknya, ada tiga lokasi tanggul pantai di Jakarta Utara yang harus dibangun yakni Kamal Muara, Pasar Ikan, serta Kali Blencong di Marunda.
[Gambas:Video CNN] (jnp/lav)