Hitung-hitungan Biaya Perawatan Mobil Korban Banjir Jakarta

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 19:09 WIB
Biaya perawatan tergantung level ketinggian air yang merendam mobil, harga bisa mencapai jutaan rupiah di luar pembelian suku cadang. Sejumlah mobil terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Biaya perawatan mobil-mobil yang terendam air karena banjir Jakarta sejak malam tahun baru diperkirakan bisa mencapai Rp4 juta rupiah di luar penggantian suku cadang. Besar dan kecil biaya yang dibutuhkan tergantung ketinggian rendaman air.

Kepala Bengkel dealer resmi Daihatsu Pangeran Jayakarta di Jakarta, Dolf Valentino, menjelaskan perbaikan mobil terendam banjir level satu dapat menghabiskan biaya Rp1,9 juta- Rp2,5 juta. Level satu yang dimaksud yakni ketinggian air di bagian roda air tidak sampai masuk kabin.

"Bongkar-bongkar untuk level satu banjir harga bisa segitu. Jadi ya sebatas roda," kata Dolf saat dihubungi, Jumat (3/1).



Ia menjelaskan pada level satu ini mekanik salah satunya akan memeriksa sistem pengereman secara keseluruhan. Sistem itu dipastikan harus berfungsi normal seperti sebelumnya.

Pada ketinggian level dua disebut air sudah merendam sebagian bawah jok dan air sudah menggenang di lantai kabin.

"Ini estimasi jasa periksa bongkar itu sekitar Rp3,5 juta ke atas. Kami bongkar semua termasuk AC. AC kan mesti bongkar, ganti freon juga," ucapnya.

Sedangkan pada level tiga Dolf bilang ketinggian air sudah menyentuh atap mobil. Estimasi biaya jasa perbaikan ini bisa di atas Rp4 juta.

Pemeriksaan pada level tiga dilakukan menyeluruh mulai eksterior, interior, hingga ke mesin. Pengecekan level satu dan dua juga dilakukan pada level tiga.

"Dari ECU kami cek, terus aki, terus motor power window, alarm, komponen transmisi, sampe ke airbag juga," katanya.

"Ibaratnya dari ujung depan sampai ke belakang kami cek semua, termasuk ngebersihin lumpur-lumpur yang ada di dalam kabin. Sistem kelistrikan juga kita harus pastikan semua dalam kondisi normal, diperbaiki semua," ucap dia.

[Gambas:Video CNN]


Tidak Perlu Turun Mesin

Dolf mengatakan mobil yang terendam banjir belum tentu harus turun mesin. Perbaikan yang mesti dilakukan bisa hanya menguras pelumas dan tangki bahan bakar.

Turun mesin, kata Dolf, hanya diperlukan untuk mobil yang terendam banjir dalam jangka waktu lama atau mengalami water hammer alias ruang bakar kemasukan air.

"Mesin tidak perlu turun, paling kami kuras," kata dia.

Dolf menambahkan jika harus turun mesin, biaya bakal ditambah sekitar Rp1,5 juta di luar suku cadang. (ryh/fea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK