BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis, Potensi Hujan Deras

eks, CNN Indonesia | Senin, 06/01/2020 08:06 WIB
BMKG mendeteksi dua bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi tingkatkan hujan deras dan gelombang tinggi. Ilustrasi. BMKG mendeteksi pembentukan dua bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi,Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi munculnya dua bibit siklon tropis. Posisi kedua bibit siklon tropis ini berada dekat dengan wilayah Indonesia dan memberikan dampak hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi di kawasan perairan.

Bibit siklon tropis ini memberikan dampak yaitu munculnya hujan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

"Musim siklon tropis di wilayah sebelah selatan Indonesia biasanya terjadi pada bulan November - April. Bersamaan dengan periode musim hujan di Indonesia sehingga keberadaanya siklon tropis dapat meningkatkan intensitas curah hujan dan kecepatan angin," demikian diungkap Deputi Bidang Meteorologi Mulyono Rahardi Prabowo dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (6/1).

Dua bibit siklon tersebut adalah "91S" di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Timur dan "92S" di Laut Arafuru sebelah selatan Tual, Maluku.


Menurut analisa BMKG, bibit siklon tropis "91S" di Samudera Hindia lebih berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dibandingkan "92S" di Laut Arafura.

Kondisi perairan pun terdampak akibat bibit siklon tropis ini berupa gelombang laut dengan tinggi 2.5 - 4.0 meter di Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Selatan NTB, Samudera Hindia Selatan P.Jawa hingga Selatan NTB.

Perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Perairan P.Sabu dan P.Rote, Perairan Utara NTT, Laut Flores, Perairan Kep.Kai - Aru juga ikut terpengaruh.

Bibit siklon tropis "91S" dalam satu hingga dua hari kedepan berpotensi tinggi menjadi siklon tropis namun bergerak selatan hingga barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia. 

[Gambas:Video CNN] (eks)