Mengenal Kekuatan Merek Otomotif Dalam Negeri Iran dan AS

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 13:24 WIB
Mengenal Kekuatan Merek Otomotif Dalam Negeri Iran dan AS Mobil-mobil Peugeot yang diproduksi Iran Khodro. (ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran yang lagi ramai jadi buah bibir lantaran perwira tinggi militernya, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS), merupakan negara dengan kekuatan industri, salah satunya otomotif.

Iran sebetulnya adalah negara 'kaya' melalui berbagai sektor industri, otomotif menjadi yang ketiga paling aktif di negara tersebut setelah minyak dan gas. Iran yang berbatasan langsung dengan Irak, Afganistan, dan Pakistan memiliki produsen dalam negeri yang cukup mendominasi pasar mobil domestik.

Salah satu produsen dalam negeri Iran adalah Iran Khodro. Perusahaan yang punya markas di Tehran ini menjadi tonggak sejarah industri otomotif Iran sejak didirikan pada Agustus 1962.


Mengutip situs resmi Iran Khodro, perusahaan pertama kali menggeliat melalui produksi bus yang sasisnya diimpor dari Jerman. Bus itu kemudian dirakit di pabrik Iran Khodro.

Selang beberapa tahun, pada 1966, perusahaan mulai melebarkan sayap dengan menandatangani kontrak bersama perusahaan Inggris Rootes untuk membuat sedan bernama 'Paykan'.

Setahun kemudian, bermodal 40 ribu dolar, perusahaan membuat basis perakitan yang mampu memproduksi 10 mobil penumpang serta tujuh bus dan truk per hari.

Pada 1974, bersamaan dengan meningkatnya harga minyak dan pendapatan, Iran Khodro membuat keputusan merakit mobil Peugeot. Lalu pada akhir 1977, perusahaan mengadakan pembicaraan dengan prinsipal Peugeot di Perancis untuk menggantikan Paykan dengan Peugeot 305.

Pada 1989 terjadi 'gejolak' besar yang melibatkan Peugeot. Salah satunya mesin Peugeot 504 dipasang di Paykan, yang kemudian bernama 'Paykageot' dan akhirnya 'Paykanage00'.

Kemudian pada 2002, Iran Khodro mulai memproduksi mobil nasional pertama yaitu Samand. Samand terus berevolusi hingga menjadi sedan terlaris dan masuk pasar ekspor.


SAIPA

Selain Iran Khodro, ada lagi produsen mobil yang memiliki nama di Iran yaitu SAIPA yang juga berbasis di Tehran. SAIPA atau sebelumnya bernama SAIPAC yang merupakan singakatan bahasa Prancis Societe anonime iranienne de production des automobiles Citroen, berdiri pada tahun 1965 dengan 75 persen kepemilikan Iran.

Perusahaan dibangun untuk merakit Citroens di bawah lisensi untuk pasar Iran. Huruf C pada nama perusahaan hilang dan menjadi SAIPA atau Societe anonyme iranienne de production car pada 1975.

SAIPA disebut banyak berkolaborasi dengan perusahaan otomotif asal Korea Selatan, hingga perusahaan otomotif nasional Malaysia, Proton, saat mengembangkan sebuah sedan kompak untuk menggantikan SAIPA Pride.

Industri Otomotif AS

AS, negara yang menyerang perwira tinggi Iran hingga tewas dengan serangan roket di Bandara Internasional Irak, punya kekuatan otomotif lebih besar. Produsen otomotif asal AS di antaranya Ford Motor Company yang berdiri pada 1903 dan General Motors pada 1908.

Selain itu, AS juga memiliki Fiat Chrysler Automobiles yang menaungi banyak merek lokal seperti Chrysler, Dodge, Jeep, dan RAM. Mulai 2000-an, produsen otomotif semakin banyak yakni Tesla (2004), Local Motors (2007), dan Karma Automotive (2016). (ryh/fea)