13 Gerhana Matahari yang Sambangi Indonesia Hingga 2100

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 09:44 WIB
Mulai tahun 2020 hingga 2100 ada 13 fenomena gerhana matahari yang akan terjadi di Indonesia. Ilustrasi gerhana matahari. (Arun SANKAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menyebut mulai tahun 2020 hingga 2100 ada 13 fenomena gerhana matahari yang akan terjadi di Indonesia.

Gerhana Matahari sendiri terjadi ketika Bulan berada di sekitar bidang ekliptika (jalur yang dilalui oleh suatu benda saat mengelilingi suatu titik pusat sistem koordinat tertentu).

Ada tiga macam fase ketika piringan Matahari tertutup oleh Bulan yaitu, umbra, penumbra, dan antumbra. Menurut LAPAN, fase umbra terjadi saat bayangan yang terbentuk adalah bayangan inti ketika seluruh piringan Matahari ditutupi oleh Bulan.


Sedangkan apabila tertutupi sebagian maka yang terbentuk adalah penumbra, sementara ketika bayangan yang terbentuk lebih kecil dari piringan Matahari disebut antumbra.


Dikutip dari laman resmi LAPAN, fenomena Gerhana Matahari di Indonesia terdiri dari 4 jenis yaitu, Gerhana Matahari Total (Total Solar Eclipse), Gerhana Matahari Cincin (Annular Solar Eclipse), Gerhana Matahari Parsial (Partial Solar Eclipse), dan Gerhana Matahari Hibrid (Hybrid Solar Eclipse).

Gerhana Matahari Total (GMT)

Fenomena terjadi ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari, biasanya korona Matahari yang biasanya tak terlihat dapat dilihat langsung secara total. GMT terjadi di wilayah yang dilewati oleh bayangan umbra.

GMT terjadi pada:

1. 20 April 2042 di Sumatra dan Kalimantan.
2. 24 Agustus 2082 di Aceh dan Sumatra Utara.
3. 22 Mei 2096 di Kalimantan.

[Gambas:Video CNN]

Gerhana Matahari Cincin (GMC)

Terjadi ketika Bulan berada tepat di tengah-tengah Matahari dan Bumi, namun ukuran tampaknya lebih kecil dibandingkan dengan ukuran piringan Matahari. Hal ini menyebabkan Matahari terlihat seperti cincin.

GMC dapat terlihat di wilayah yang dilewati oleh bayangan umbra. Puncak GMC sempat menyambangi kota Siak, Kepulauan Riau dan Singkawang, Kalimantan Barat pada 26 Desember 2019.

GMC selanjutnya terjadi pada:

1. 21 Mei 2031 di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
2. 14 Oktober 2042 di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.
3. 22 September 2052 di Nusa Tenggara Timur.
4. 20 Maret 2053 di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
5. 5 November 2059 di Aceh dan Sumatra Utara.
6. 28 Februari 2063 di Sumatra.
7. 15 November 2096 di Kalimantan, Sumatra, Maluku, dan Papua.


Gerhana Matahari Parsial (GMP)

Fenomena GMP terjadi ketika Bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara Matahari dan Bumi, sehingga hanya menutupi sebagian Matahari. GMP biasanya juga terlihat di banyak titik di luar jalur GMT atau GMC.

Saat fenomena GMC menyambangi sejumlah wilayah di Indonesia, GMP pun tak ketinggalan menampakkan diri namun hanya di wilayah Jabodetabek.


Gerhana Matahari Hibrid (GMH)

Gerhana Matahari Hibrid dapat dilihat antara Gerhana Matahari Total dan Gerhana Matahari Cincin. Fenomena gerhana ini terbilang cukup langka.

GMH terjadi pada:

1. 20 April 2023 di Nusa Tenggara Timur dan Papua.
2. 25 November 2049 di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
3. 12 September 2053 di Sumatra.

[Gambas:Instagram] (din/DAL)