Penjualan Mobil di China Melorot pada 2019

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 08:26 WIB
Penjualan Mobil di China Melorot pada 2019 Ilustrasi mobil baru. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Negara yang menjual mobil terbanyak di dunia, China, mengalami penurunan penjualan tahunan pada 2019. Penurunan ini merupakan yang kedua berturut-turut dan menandakan China mengalami degradasi usai 28 tahun terus-terusan berkembang.

Menurut China Association of Automobile Manufactures (CAAM) penjualan di Negeri Tirai Bambu turun 8,2 persen menjadi nyaris 25,8 juta unit.

Pada kategori mobil penumpang dan truk ringan, penjualan drop 9,6 persen menjadi di bawah 21,5 juta unit. Sedangkan penjualan mobil komersial seperti truk dan bus melandai 1,1 persen menjadi sekitar 4,3 juta unit.


Bukan cuma kendaraan konvensional, penjualan mobil listrik pun turun di China untuk pertama kalinya. Mobil murni listrik dan hybrid yang masuk kategori ini turun 4 persen menjadi sekitar 1,2 juta unit.

Bila dirinci, mobil murni listrik terjual 972 ribu unit (turun 1,2 persen) dan plug-in hybrid 232 ribu unit (turun 15 persen).

"Kami telah berpindah dari level pengembangan sangat pesat. Kami harus menerima kenyataan pengembangan lambat. Kami telah berkembang pesat selama 28 tahun berurutan, yang mana itu tidak buruk, jadi saya berharap semua orang bisa melihat pasar dengan tenang," ucap pejabat senior CAAM, diberitakan Automotive News, Selasa (14/1).

Kesulitan China menjual mobil baru pada 2019 disebut dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang melemah dan juga imbas perang dagang negara dengan Amerika Serikat. Pemangkasan tajam subsidi dari pemerintah untuk mobil listrik juga dikatakan berdampak pada penjualan mobil secara keseluruhan.

CAAM memprediksi penurunan penjualan mobil bakal berlanjut ke tahun ketiga, yakni pada 2020. Penurunan pada tahun ini diperkirakan sebesar dua persen menjadi sekitar 25,31 juta unit. (fea)